BANTENRAYA.COM – Banten disebut sudah mulai masuk gelombang 3 Covid-19 seiring dengan peningakatn kasus yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Adapun gelombang 3 Covid-19 di Banten diprediksi akan mengalami puncaknya pada akhir Februari hingga Maret 2022.
Masuknya gelombang 3 Covid-19 di Banten seiring pasca masuknya varian Omicron ke provinsi paling barat di Pulau Jawa ini.
Baca Juga: 8 Ciri Kebiasaan Orang Kaya Menurut Nodiewakgenk, Nomor 7 Bikin Menjerit
Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, penyebaran Covid-19 varian Omicron sangat cepat bisa dibandingkan dengan varian sebelumnya.
Meski demikian, gejala yang ditimbulkan dari varian Omicron ini dari pantauannya relatif lebih ringan.
“Penyebarannya lebih cepat dari pada Delta pada gelombang kedua,” ujarnya, Minggu 13 Februari 2022.
Baca Juga: Doddy Menangis Rindu Ingin Gendong Gala
Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menekankan, masyarakat untuk bisa lebih berhati-hati dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.
Tidak hanya itu, lanjut Ati, saat ini sudah memasuki ancaman gelombang ketiga. Diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan terus melakukan protokol kesehatan
Selain itu, masyarakat diimbau mengikuti vaksinasi baik dosis pertama dan kedua hingga vaksin lanjutan atau booster.
Baca Juga: Spesial Valentine! Chip Gratis Hingga 50B, Ini Kode Penukaran Higgs Domino Island 14 Februari 2022
“Sudah mulai (gelombang 3), puncaknya itu Febuari akhir dan Maret. Ya tapi bisa saja tidak sampai Maret tergantung kepada masyarakat lagi,” katanya.
Saat ini, ungkap Ati, dengan penyebaran varian Omicron yangs angat cepat, Pemprov Banten telah menyiapkan 3.019 tempat tidur untuk isolasi di rumah sakit.
Saat ini tingkat keterisian atau BOR di rumah sakit sudah mencapai 47 persen.
Baca Juga: Hal-hal yang Harus Dilakukan Sebelum Simpan Permanen Akun LTMPT Siswa, Intip Rinciannya
“Pemprov Banten sendiri siap menambah tempat tidur apabila diperlukan. Sedangkan untuk tempat tidur isoter mencapai 1.313 tempat tidur dengan tingkat keterisian 56,43 persen,” ungkapnya.
Lebih lanjut dipaparkan Ati, hingga saat ini angka kematian dampak dari Covid-19 di Banten masih sangat rendah jika dibandingkan pada saat gelombang kedua pada tahun lalu.
Dijelaskan, mayoritas mereka yang terpapar Covid-19 varian Omicron tidak menimbulkan gejala sampai bergejala ringan.
Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Hari Valentine Romantis untuk Orang Tersayang Bahasa Inggris Beserta Artinya
Dengan demikian, mereka yang terinfeksi Omicron dapat melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.
“Sedangkan untuk pasien Covid-19 yang bergejala sedang dan berat harus dilakukan perawatan di rumah sakit,” paparnya.
Meski demikian, Ia menegaskan, tidak semua pasien Covid-19 yang tidak bergejala dan bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri.
Baca Juga: Spoiler Kaget Nikah Episode 10 Full A dan B: Lalita dan Andre Batal Cerai
Diungkapkannya, ada beberapa persyaratan yang membolehkan pasien untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Di antaranya tempat tinggal yang memadai hingga usia kurang dari 47 tahun.
“Kalau yang (bergejala) ringan tapi ada komorbid, itu disarankan rawat di tempat isoter yang telah disediakan oleh pemerintah daerah,” tuturnya.
Masih menurut Ati, untuk mengurangi risiko atau dampak dari Omicron diperlukan daya tahan atau kekebalan tubuh yang baik.
Baca Juga: Rajin Salat Tapi Hidupnya Susah dan Malah Punya Utang, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya
Kekebalan tubuh bisa didapatkan secara alami dan juga setelah melakukan vaksinasi.
Sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu ragu untuk dapat melakukan vaksinasi untuk dapat mengurangi risiko jika terpapar Covid-19.
“Orang yang sudah vaksin dan orang yang tidak divaksin itu gejalanya berbeda-beda, jauh lebih ringan orang yang sudah divaksin,” tuturnya.
Baca Juga: Doa yang Dibaca Rasulullah Ketika Sujud Terakhir kata Syekh Ali Jaber
“Kekuatan daya tahannya kekebalan tubuh itu kan bisa alami dan bisa didapatkan, kalau dengan vaksinasi kan bisa didapatkan,” imbuhnya.
Berdasarkan data dari Dinkes Provinsi Banten per Kamis 12 Februari 2022, tercatat penambahan kasus per harinya mencapai 7.283 kasus.
Sehingga kini total kasus positif di Banten ada sebanyak 201.048 sejak pandemi mewabah. 55.393 masih dirawat atau kasus aktif, 142.918 sembuh dan 2.737 meninggal. ***















