BANTENRAYA.COM – PT Chandra Asri Petrochemical bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Putri Gundul Kampung Patikang mengembangkan kawasan eduekowisata mangrove di area seluas 9.500 meter persegi di kawasan Lembur Mangrove Kampung Patikang, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Direktur Chandra Asri Edi Rivai mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Chandra Asri terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“Pengembangan berkelanjutan ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah menuju net zero emission di Indonesia melalui penanaman mangrove untuk memaksimalkan blue carbon sebagai bagian dari proses dekarbonisasi,” katanya.
Baca Juga: Sudah Habis Modal Jutaan Rupiah, PKL Stadion MY Minta Dikasih Waktu Berjualan
Tahap I inisiasi pengembangan kawasan eduekowisata mangrove telah selesai ditandai dengan pembangunan saung edukasi Chandra Asri serta perbaikan trek sepanjang 29 meter dengan memanfaatkan limbah non-B3 milik perusahaan, yakni palet kayu dan inner roll.
Selanjutnya secara bertahap Chandra Asri berencana untuk melaksanakan studi analisa kawasan mangrove dan penanaman lanjutan kawasan mangrove untuk perbaikan aspek ekologis.
Sementara dalam aspek sosial-ekonomi, perusahaan akan memberikan pelatihan bagi masyarakat lokal terkait pengelolaan kawasan wisata serta pengolahan produk mangrove serta pendampingan pemasaran dan pengembangan kawasan wisata melalui kolaborasi sinergis dan berkelanjutan dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten.
Baca Juga: Tempat Wisata dan Ibadah akan Dibatasi, Begini Alasannya
Kerja sama sinergis lintas sektor dengan masyarakat ini juga melibatkan perwakilan pemerintah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten. Kawasan mangrove di wilayah Pandeglang merupakan daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Selain itu, potensi wisata mangrove di kampung Petikang, diharapkan menjadi destiniasi wisata baru di kawasan Buffer Zone KEK Tanjung Lesung, agar perekonomian masyarakat di wilayah penyangga dapat meningkat.***

















