BANTENRAYA.COM – Dinas Kesehatan atau Dinkes Provinsi Banten menyiapkan vaksin campak di posko kesehatan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan pemerintah daerah menyiagakan 94 posko kesehatan lapangan yang tersebar di berbagai titik jalur mudik.
Setiap posko dilengkapi fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan vaksin campak.
“Di setiap posko juga tersedia vaksin campak sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran penyakit,” ujar Ati, Sabtu, 14 Maret 2026.
BACA JUGA: Khawatir Kalau Ditinggal! Warga Jakarta Boyong Burung Gantangan Mudik Ke Lampung Selatan
Selain posko kesehatan, layanan kesehatan selama masa mudik juga diperkuat melalui dukungan 254 puskesmas, 135 rumah sakit, serta 45 ambulans PSC 119 yang siap memberikan pelayanan darurat bagi pemudik.
Ati menjelaskan mobilitas masyarakat yang tinggi selama musim mudik dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, termasuk campak yang memiliki tingkat penularan cukup tinggi.
Kewaspadaan tersebut diperkuat oleh data surveilans kesehatan yang menunjukkan peningkatan kasus suspek campak di Banten dalam beberapa waktu terakhir.
“Pada 2025 ditemukan lebih dari 6.000 kasus suspek campak dari hasil surveilans aktif. Dari jumlah tersebut sekitar 510 kasus dinyatakan positif,” katanya.
Ati menuturkan, memasuki tahun 2026, pengawasan terhadap penyakit tersebut terus diperketat hingga tingkat puskesmas. Sejak Januari hingga Maret, Dinkes Banten mencatat lebih dari 2.000 kasus suspek campak di berbagai wilayah di Banten.
BACA JUGA: Udah Mau Mudik Lebaran 2026? Cek 8 Tips Aman dan Sehat yang Wajib Dicoba
“Namun yang dinyatakan positif baru satu kasus, yakni di Kota Tangerang,” ujar Ati.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gejala awal campak kerap disalahartikan sebagai penyakit pernapasan biasa sehingga sering terlambat dikenali oleh masyarakat.
“Awalnya batuk, pilek, demam, lelah, kemudian muncul bercak di wajah dan badan,” jelasnya.
Untuk menekan potensi penularan penyakit selama perjalanan mudik, Ati mengatakan jika pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat menjaga kebersihan diri, seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer.
Lebih jauh, Ati mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi yang baru lahir pada momen silaturahmi Lebaran.
BACA JUGA: Posko Mudik 2026 GP Ansor Banten: Pelayanan Kepada Masyarakat Jelang Hari Raya Idul Fitri
“Jika ingin menggendong bayi, pastikan tangan dalam kondisi bersih,” tandasnya.***

















