BANTENRAYA.COM – Puasa ramadhan merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat.
Ibadah puasa ramadhan sendiri dilakukan selama sebulan penuh dengan menahan lapar dan dahaga serta hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga terbenamnya matahari.
Namun, bagaimana hukum puasa ramadhan bagi pekerja berat yang mengandalkan fisik seperti kuli bangunan hingga buruh kasar?
BACA JUGA: Hiromi Satu-satunya Tempat Glamping di Anyer Bergaya Jepang dengan Kamar Mezanine
Di satu sisi, para pekerja berat tersebut harus mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.
Dalam Islam sendiri, mencari nafkah merupakan kewajiban yang harus dijalani untuk melangsungkan hidup keluarga.
Sehingga, ketentuan puasa ramadhan bagi pekerja berat diantaranya sebagai berikut seperti yang dikutip dari akun Instagram @nuonline_id
1. Tetap berniat puasa di malam hari
2. Jika di siang hari mengalami kesulitan berat, boleh berbuka
3. Jika masih kuat, tetap melanjutkan puasa
4. Dibolehkan untuk berbuka berlaku bila pekerjaan tidak dapat dilakukan malam hari dan nafkahnya dibutuhkan untuk kebutuhan hidup
5. Jika kesulitannya sampai membahayakan, maka wajib berbuka
6. Puasa yang batal wajib diganti (qadha) di luar ramadhan.***

















