BANTENRAYA.COM – Perbaikan jalan jalur mudik lebaran asal-asalan. Dimana, perbaikan dalam bentuk tambal sulam aspal tersebut masih bergelomban dan menggunduk.
Ada tiga jalur yang akan menjadi akses mudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera via kapal laut, tiga jalur tersebut yakni Jalan Raya Merak – Cilegon, Jalan Raya Anyer – Cilegon dan Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Jalan Raya Merak – Cilegon akan menjadi jalan kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Merak dan Pelabuhan BBJ Bojonegara, sementara Jalan Raya Anyer Cilegon dan JLS akan menjadi akses pemudik menuju Pelabuhan Ciwandan dan Krakatau Bandar Samudera.
Pantau Banten Raya terhadap Jalan Raya Merak- Cilegon sepanjang 18 kilometer nampak sudah diperbaiki dengan sistem tambal sulam aspal. Penambalan sendiri sudah dilakukan pada pekan sebelumnya terhadap kondisi jalan yang berlubang dan juga perlintasan kereta api.
Namun, kondisi tambalan aspal sendiri terlihat asal-asalan. Hal itu, karena bekas tambalan sangat menggunduk dan juga bergelombang, sehingga itu masih sangat rawan kecelakaan bagi pemudik, terutama kendaraan roda dua.
BACA JUGA : Pemerintah Kecamatan Ciwandan Maksimalkan Pelayanan Pemudik Roda Dua Menuju Sumatera
Untuk Jalan Raya Anyer – Cilegon sepanjang kurang lebih 15 KM terlihat juga sudah dilakukan perbaikan dengan penambalan. Kondisi penambalan sendiri lebih rapi dan baik dibandingkan Jalan Raya Merak. Namun, karena kondisi jalan sudah betonisasi, maka masih ada tersisa beberapa lubang.
Untuk kondisi Jalan Lingkar Selatan (JLS) juga kondisinya cukup rawan karena banyak bekas pasir tambang yang berserakan di jalan. Hal itu akan sangat membahayakan para pemudik.
3 Akses tersebut tentu saja secara kondisi jalan masih mengkhawatirkan bagi pemudik. Terlebih saat malam hari yang kondisinya masih gelar karena minim penerangan.
Salah satu warga pemilik warung di Jalan Raya Merak Subhi menyatakan, proses pengaspalan dilakukan para pekan lalu. Dimana, kondisi jalan yang diaspal malah menggunduk.
“Yah pekan lalu pengaspalannya. Itu bisa dilihat hasilnya bergelombang dan menggunduk,” katanya, Minggu (1/3).
BACA JUGA : Berkah di Bengkel AHASS 2026, Temani Ramadan dan Persiapan Mudik Lebaran
Subhi menyampaikan, kondisi tersebut tentu saja membahayakan para pengendara. Terutama yang melintas pada saat malam hari dengan penerangan yang minim.
“Bahaya apalagi kalau melintas malam hari. Jalan Merak ini kan menjadi jalan yang dilintasi pemudik, terutama saat atur balik buat motor,” jelasnya. (***)
















