BANTENRAYA.COM – Tingginya minat terhadap Beasiswa Pemerintah Brunei Darussalam setiap tahun membuat persaingan semakin ketat.
Program BDGS 2026/2027 yang membuka jenjang D3, S1, dan S2 bukan sekadar menawarkan kuliah gratis, tetapi juga menuntut kesiapan akademik dan administrasi yang matang.
Banyak pelamar gagal bukan karena tidak memenuhi syarat, melainkan karena kurang cermat dalam proses pendaftaran.
Salah satu tahapan krusial adalah mendaftar di dua jalur sekaligus, yakni melalui sistem BDGS dan melalui website resmi universitas tujuan seperti Universiti Brunei Darussalam atau Universiti Teknologi Brunei.
Jika hanya mendaftar di salah satu jalur, aplikasi dianggap belum lengkap.
Pelamar juga wajib memperhatikan ketentuan usia dan sertifikat bahasa Inggris. Skor IELTS minimal 6.0 atau TOEFL 550 menjadi standar umum.
BACA JUGA : Siswa GIS Berhasil Kuliah Jalur Bea Siswa dan Jalur Mandiri di Luar Negeri
Tanpa dokumen ini, peluang seleksi administratif bisa langsung gugur.
Selain itu, untuk program berbasis riset di jenjang magister, proposal penelitian menjadi faktor penentu yang menunjukkan keseriusan dan kesiapan akademik kandidat.
Fasilitas yang diberikan memang sangat kompetitif.
Selain bebas biaya kuliah, penerima mendapatkan tunjangan hidup BND 500 per bulan, tunjangan buku tahunan, akomodasi kampus, hingga asuransi kesehatan penuh.
Namun evaluasi dilakukan setiap semester, sehingga mahasiswa harus menjaga performa akademik agar beasiswa tidak dicabut. (***)















