BANTENRAYA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kota Cilegon membuka lowongan kerja untuk 34 orang pendamping di Unit Layanan Disabilitas.
Formasi yang dibuka meliputi pendamping khusus peserta didik sebanyak 28 orang, petugas terapi disabilitas 5 orang, serta psikolog 1 orang.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila menyampaikan, pihaknya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang berkualitas.
Melalui Unit Layanan Disabilitas atau ULD, Dindikbud Kota Cilegon resmi membuka rekrutmen tenaga layanan disabilitas tahun 2026 guna memperkuat pendampingan serta layanan profesional bagi peserta didik berkebutuhan khusus di seluruh satuan pendidikan Kota Cilegon.
“Rekrutmen ini menargetkan sebanyak 34 tenaga profesional yang akan bertugas mendampingi, memberikan terapi, serta layanan psikologis bagi peserta didik penyandang disabilitas. 28 orang untuk pendamping khusus peserta didik, 5 orang petugas terapi disabilitas, 1 orang psikolog,” katanya, Selasa, 24 Februari 2026.
BACA JUGA: Bagaimana Kesadaran Kebersihan Sampah Warga Kota Cilegon? DLH: RENDAH!
Heni menegaskan, bahwa penguatan layanan disabilitas merupakan bagian dari agenda strategis pembangunan sumber daya manusia inklusif di daerah.
“Pendidikan inklusif bukan sekadar program, tetapi komitmen moral dan konstitusional untuk memastikan tidak ada satupun anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan. Rekrutmen tenaga layanan disabilitas ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Cilegon dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adil, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan setiap peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran tenaga pendamping, terapis, dan psikolog diharapkan mampu mendorong transformasi sekolah inklusif dari pendekatan administratif menuju pelayanan yang profesional, berbasis asesmen, serta berkelanjutan.
“Melalui penguatan sumber daya manusia yang kompeten, kami ingin memastikan ekosistem pendidikan inklusif di Kota Cilegon tumbuh secara sistematis, kolaboratif, dan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran serta kesejahteraan psikososial peserta didik penyandang disabilitas,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menjelaskan, Rumah Setara berfungsi sebagai Unit Layanan Disabilitas (ULD) pertama yang dibentuk untuk memberikan layanan terapi secara terpusat dan berkelanjutan kepada anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Cilegon.
BACA JUGA: Lowongan Kerja Terbaru November 2025 untuk Penempatan Cilegon, Terbuka untuk Jurusan Psikologi
Keberadaan Rumah Setara merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan layanan inklusif bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas.
“Bukan hanya sekolah, ini adalah rumah untuk semua. Saya berharap layanan disabilitas menjadi perhatian kita bersama dan menjadi tanggung jawab penuh pemerintah daerah,” ujarnya.***















