BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang melalui Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Serang berhasil menemukan sebanyak 4.343 kasus TBC.
Ribuan TBC tersebut terungkap usai ditemukan oleh tenaga surveilans dan promosi kesehatan atau promkes Dinkes Kota Serang.
Sekadar diketahui penyebab utama penyakit TBC adalah infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru, dan dapat menyebar ke orang tubuh lain.
Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin mengatakan, pihaknya tengah fokus mengentaskan penyakit TBC di Kota Serang, karena penyakit menular ini yang banyak ditemukan di Indonesia. Indonesia berada di urutan kedua sedunia setelah India.
“Karena itu kita konsentrasi sesuai arahan pusat ayo turunkan TBC. Temukan, obati, sampai sembuh atau disingkat TOS,” ujar Hasanuddin, usai mendampingi Walikota Serang Budi Rustandi di RSUD Kota Serang, Selasa 24 Februari 2026.
BACA JUGA: Ditemukan 4.343 Kasus TBC, Walikota Serang Budi Rustandi: Ini Jadi PR Kita untuk Mendeteksi Dini
Dalam upaya pengentasan TBC, pihaknya memiliki tenaga surveilans yang tersebar di 16 Puskesmas di Kota Serang.
“Nantinya agar diobati dan jangan sampai ditemukan ada yang tertinggal.
Kalau diobati kemudian ada yang tertinggal tidak akan selesai. Yang tertinggal itu kan bisa menulari lagi kepada yang lainnya. Jadi lebih bagus surveilans bekerja,” ucap dia.
Hasanuddin menjelaskan, target dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk Dinkes Kota Serang agar menemukan sebanyak 3.181 kasus TBC. Setelah dilakukan oleh para surveilans dan promosi kesehatan (promkes) berhasil menemukan sebanyak 4.343 kasus TBC.
“Akhirnya ditemukan sampai dengan 137 persen kita melampaui dari pada target itu. Jadi diketemukan 4.343 penemuan kasus TBC,” sebutnya.
Ia mengaku pihaknya menggandeng camat, lurah hingga RW RT gencar melakukan sosialisasi, penyuluhan dan mengedukasi masyarakat yang menderita TBC, sehingga sadar dan mau mengobati penyakitnya secara rutin tiap hari selama 7 bulan.
BACA JUGA: Hadapi Ancaman TBC, Pemprov Banten Ajak Masyarakat Bergerak Bersama
“Diobati sampai 7 bulan terus-terusan setiap hari. Karena kalau tidak diobati akan menular ke yang lain. Akan tidak berhenti-henti. Kesadaran masyarakat harus mau berobat. Soalnya jangankan yang nggak berobat yang berobat saja itu belum tentu sembuh kalau dia tidak disiplin. Maksudnya pengobatan ini lama dan bikin membosankan,” jelas Hasanuddin.
Hasanuddin juga meminta kepada masyarakat untuk mengenali gejala-gejala penderita TBC.
Pengenalan gejala penyakit menular itu perlu dilakukan, agar penderita TBC segera disembuhkan, dan penyebarannya bisa dihentikan.
Tanda-tanda orang mengidap TBC yakni batuk berdahak terus-menerus 2 Minggu tidak sembuh-sembuh, kedua disertai batuk disertai ada darahnya. Kemudian nyeri juga dadanya, kemudian sesak juga nafasnya, kemudian demam di malam hari, dan nafsu makan hilang yang diikuti dengan berat badan menurun.
BACA JUGA: Eliminasi TBC di Provinsi Banten Capai 91 Persen, Gubernur Ajak Penderita Disiplin Minum Obat
“Itu yang harus disadari, yang harus dimengerti bahwa itu adalah tanda-tanda TBC, sehingga cepat memeriksakan dan diobati sampai dengan sembuh. Lebih dari itu kontak serumah. Kalau di rumah itu ada yang TBC jangan-jangan ini yang serumahnya ketularan juga, karena menularnya lewat droplet (percikan udara yang keluar dari mulutnya),” beber dia.
Hasanuddin menegaskan, penderita TBC bisa diobati secara gratis sampai sembuh, dengan syarat harus mengkonsumsi obat selama 7 bulan.
“Jangan khawatir obatnya gratis dan diobati sampai sembuh. Tinggal pasiennya jangan bosan,” tegasnya.
Ia menyatakan, obat TBC bisa diperoleh dari seluruh Puskesmas di Kota Serang.
“Semua Puskesmas ada obatnya. Kalau nggak ada minta ke dinas. Dinas ada di gudang obat. Minta ke kota kabupaten kalau nggak ada minta ke provinsi. Provinsi di drop dari pusat,” terang Hasanuddin.
BACA JUGA: 2.000 Warga Kabupaten Serang Idap TBC, Jika Ada Gejala Ini Segera Periksakan
Hasanuddin membeberkan, penularan TBC bisa melalui udara saat penderita TBC aktif batuk, bersin, dan berbicara melepaskan droplet yang terhirup orang di sekitarnya.
Ia menegaskan, pihaknya juga telah menggagas program gerebek TBC. Program ini untuk mengentaskan kasus TBC yang ada di Kota Serang.
“Gerebek TBC. Maksudnya bersama-sama hayuk kita konsentrasi digerebek TBC ini biar hilang, sehingga Kota Serang penyakit yang namanya TBC tereleminasi di Kota Serang. Tidak lagi ada,” tandasnya. ***

















