BANTENRAYA.COM – Arus mudik Lebaran 2026 semakin dekat.
Pertengahan Maret 2026, akan memasuki arus mudik Lebaran 2026 hingga akhir Maret 2026.
Sekitar dua pekan, arus mudik dan balik Lebaran 2026, pemerintah kembali melarang operasional angkutan barang.
Larang operasional angkutan barang saat ini telah mulai disosialisasikan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat atau Ditjen Hubdat.
Melalui akun Instagram @ditjen_hubdat yang diunggah pada 12 Februari 2026, berikut ini skema larangan angkutan barang pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.
BACA JUGA:Langgar Jam Operasional, Truk Sumbu Tiga di Pandeglang Bakal Ditindak
Pembatasan operasional angkutan barang berlaku untuk truk sumbu tiga atau lebih, kereta tempelan, kereta gandingan, serta mobil pengangkut hasil galian, hasil tambang dan bahan bangunan.
Aturan tersebut sesuai dengan KP-DRJD- 854 Tahun 2026 dan juga Kep/43/II/2026 dan juga HK.201/1/21/DJPL/2026 dan juga 20/KPTS/Db/2026.
Pembatasan operasional angkutan barang dilakukan terhadap
- Mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih
- Mobil barang dengan kereta tempelan
- Mobil barang dengan kereta gandingan
- Mobil barang untuk pengangkutan hasil galian, hasil tambang dan bahan bangunan.
Waktu pengaturan lalu lintas di ruas jalan tol dan non tol untuk pembatasan angkutan barang diberlakukan mulai Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 waktu setempat hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat.
BACA JUGA: BPTD Banten Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2026, Rampcheck Bus Terus Dilakukan
Namun ada beberapa jenis truk yang tetap diperbolehkan melintas yakni yang mengangkut bahan bakar minyak dan gas, hewan ternak, pupuk, bantuan korban bencana, serta bahan pokok***














