BANTENRAYA.COM – Kondisi pasar properti awal tahun ini, tekanan inflasi dan mulai menggerus pertumbuhan nilai aset hunian.
Berdasarkan data Rumah123, inflasi tahunan tercatat 2,92 persen, melampaui kenaikan harga rumah nasional yang hanya tumbuh 0,7 persen.
Head of Research Rumah123 Marisa Jaya menilai situasi ini membuat posisi keuangan pemilik rumah kurang ideal, terutama bagi mereka yang masih menanggung Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga floating tinggi.
BACA JUGA: BRI Super League, Rekor Mentereng Persis Solo FC Siap Binasakan PSBS Biak di Manahan
“Bunga floating yang tinggi itu ibarat debu atau energi kotor yang menumpuk di rekening. Di saat harga rumah hanya naik 0,7 persen tetapi bunga yang dibayar ke bank bisa di atas 11 persen, itu namanya financial ciong,” ujarnya.
“Anda merasa memiliki aset, padahal nilainya sedang tergerus. Satu-satunya cara membalikkan keadaan di tahun yang panas ini adalah dengan memadamkan bunga tinggi itu lewat KPR Take Over,” kata Marisa dalam keterangan resminya dikutip Bantenraya.com, Kamis 19 Februari 2026.
Di sisi lain, pasar properti penyangga Jakarta menunjukkan dinamika berbeda. Tangerang mencatat lonjakan minat pencarian hingga 13,9 persen sementara Bekasi membukukan pertumbuhan harga 2,4 persen, mendekati laju inflasi.
Data ini menunjukkan minat masyarakat terhadap properti tetap tinggi, meski tantangan pembiayaan menjadi faktor yang perlu dicermati.
Pandangan serupa disampaikan Firman Pamungkas sebagai VP Marketing, yang melihat tahun ini sebagai momentum bagi pemilik rumah untuk lebih proaktif mengelola pembiayaan.
Menurutnya, alih-alih menunggu suku bunga turun, pemilik rumah dapat mempertimbangkan opsi pemindahan KPR ke skema bunga tetap yang lebih kompetitif.
“Jangan menunggu bunga turun sendiri, karena karakter tahun ini penuh ketidakpastian. Hoki atau ‘Angpao’ terbesar tahun ini justru ada di tangan Anda sendiri,” tuturnya.
“Dengan memindahkan KPR dari bunga floating 12 persen ke bunga fixed promo mulai 4-5 persen bisa menciptakan penghematan hingga ratusan juta rupiah sampai lunas,” ujar Firman.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Rumah123 menyediakan layanan KPR Take Over yang diklaim terintegrasi, mulai dari simulasi potensi penghematan hingga pengurusan administrasi.



















