BANTENRAYA.COM – PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mencatatkan penjualan domestik sebesar Rp11,9 triliun, atau 102 persen ditopang oleh produk lemari es yang menguasai market share sebesar 33,2 persen.
Capaian Sharp ini sekaligus menjadi rekor penjualan tertinggi dalam sejarah Sharp di Indonesia.
Sharp juga berhasil mempertahankan posisi market leader di sejumlah kategori produk, khususnya produk dengan teknologi hemat energi seperti AC 21,2 persen dan mesin cuci 26,1 persen.
National Sales Senior General Manager PT SEID Andry Adi Utomo mengatakan, torehan yang dibukukan di tahun 2025 menjadi bukti kepercayaan konsumen terhadap Sharp. Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan industri yang semakin ketat.
“Kami bersyukur dapat mencatat pertumbuhan positif dan memperkuat posisi Sharp di pasar elektronik nasional,” kata Andry dalam keterangan resminya dikutip Bantenraya.com, Selasa (10/2/2026).
Dari sisi inovasi, pada tahun 2025 menjadi momentum penting dengan kehadiran berbagai produk baru, termasuk produk smartphone Aquos Sense 10 dan Aquos R10, TV layar besar ber TKDN, AC dengan fitur LED temperature display, serta lini produk rumah tangga terbaru.
BACA JUGA : Vokasi Sharp Class Sukses Cetak 893 Siswa SMK Jadi SDM Unggul
“Inovasi ini mempertegas komitmen Sharp dalam menghadirkan solusi elektronik yang relevan bagi sektor residensial, properti, dan keluarga urban,” imbuhnya.
Selain pengembangan produk, Sharp juga memperkuat strategi pemasaran melalui pendekatan 360 degree marketing, yang mengintegrasikan aktivitas digital, public relations, branding activation, ATL serta program penjualan di tingkat dealer, sub dealer dan e-commerce.
“Ke depan, Sharp tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga pada bagaimana kami membangun pengalaman dan hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui inovasi, layanan, dan komunikasi yang relevan,” jelas Andry.
Sejalan dengan langkah tersebut, Sharp juga memperluas jangkauan bisnis ke pasar internasional dengan membuka peluang ekspor baru untuk produk AC buatan Indonesia ke Vietnam, dengan target kontribusi sekitar 10 persen di bulan Januari 2026.
“Memasuki tahun 2026, Sharp Indonesia menyiapkan strategi pertumbuhan yang lebih terarah dengan memperkuat pasar domestik, menghadirkan inovasi produk ramah lingkungan, serta memperluas aktivitas branding dan sales activation yang semakin dekat dengan konsumen,” ujarnya.
Strategi ini menegaskan peran Indonesia sebagai basis produksi strategis Sharp di kawasan ASEAN sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kinerja bisnis jangka panjang dan daya saing regional.
BACA JUGA : Sharp Greenerator Genap 1 Dekade, Ciptakan Aksi Hijau Berkelanjutan
“Dengan fondasi yang kuat di 2025, kami optimis 2026 akan menjadi tahun pertumbuhan yang lebih kuat bagi Sharp Indonesia, baik dari sisi inovasi, penetrasi pasar, maupun kontribusi terhadap industri elektronik nasional,” kata Andry. (***)


















