BANTENRAYA.COM – Pemerintah Desa Kebonratu bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Serang menggelar musyawarah msyarakat desa atau MMD untuk mencari solusi dari permasalahan di bidang kesehatan.
Adapun yang menjadi masalah saat ini ialah seperti ibu humil yang enggak melakukan pemeriksaan, anak yang takut diimunisasi, hingga orang dalam ganguan jiwa atau ODGJ.
Kepala Puskesmas Lebakwangi Ellyshabet mengatakan, MMD dilakukan untuk mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan di tingkat desa.
“Ada beberapa permasalahan seperti ibu hamil yang masih kurang melakukan kunjungan kepada nakes, bayi dan balita yang tidak mau diimunisasi. Selain itu, ODGJ juga jadi permasalahan,” ujarnya, Senin 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan, ada beberapa masukan dan solusi dari perengkat desa, kader-kader Posyandu dan pemberdayaan kesejaheteraan keluarga (PKK) untuk menangani permasalahan tersebut.
BACA JUGA: Infinix Note Edge 5G, HP Rp3 Jutaan Punya Desain Ala iPhone
“Ada beberapa tadi terobosan, selain kunjungan dan edukasi kepada ibu hamil yang tercatat, kita melakukan upaya mencari secara proaktif kepada Catin (Calon pengantin), setelah 2 atau 3 bulan kita lakukan kunjungan rumah,” katanya.
Wanita yang akrab disapa Elly itu menuturkan, pemberian edukasi akan lebih dimasifkan lagi untuk melakukan penanganan terhadap anak yang susah di imunisasi.
“Untuk ODGJ memang perlu pendekatan keluarga juga untuk sistem rujukan, selain itu juga kita coba sampaikan juga supaya bisa difasilitasi mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Kepala Desa Kebonratu Ahmad guruh Tajul Arrasy mengatakan, ada 10 ODGJ yang harus diberikan penanganan serius dan akan diajukan menjadi penerima MBG.
“Persoalan mengenai ODGJ insyaallah kita akan berkoordinasi dengan Pak Camat (Eko Cahyo) mudah-mudahan mendapat perhatian salah satunya tmendapatkan MBG,” ujarnya.
BACA JUGA: Sukses Ekspor Emping Melinjo Dari Desa Sindang Sari, Kabupaten Lebak, Menuju Timur Tengah
Ia menjelaskan, masih banyak ibu hamil yang merasa khawatir untuk melakukan pemeriksaan kandungan dan anak yang takut diimunisasi sehingga perlu kolaborasi dari seluruh pihak untuk menyelesaikan permaslahan tersebut.
“Penyebabnya rata-rata takut efek sampingnya, padahal juga kita selalu memberikan PMT dan edukasi. Kadang-kadang juga kita kasih balon, tapi susah karena pengetahuan masyarakatnya minim,” katanya.***

















