BANTENRAYA.COM – Persib Bandung akan menjalani pertandingan kandang dalam Super League 2025-2026 kontra PSBS Biak.
Persib Bandung akan menjamu PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 25 Januari 2026 pukul 19.00 WIB.
Pertandingan menghadapi PSBS Biak di GBLA kali ini menjadi ajang perdana bagi Persib Bandung untuk menjalani paruh kedua musim 2025-2026.
Empati dan Solidaritas Persib Terhadap Bencana Alam
BACA JUGA: Huawei Nova 14 Pro Resmi Hadir di Indonesia, Jual Kamera Premium dan Fast Charging 100W
Laga menghadapi PSBS Biak di GBLA malam ini menjadi ajang empati tim asuhan Bojan Hodak karena telah terjadinya bencana alam di Kabupaten Bandung Barat.
Persib Bandung akan mengenakan ban hitam di GBLA saat menghadapi PSBS Biak sebagai simbol empati dan solidaritas atas bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari.
Diketahui, bencana longsor tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi para korban. Berdasarkan data yang diterima hingga saat ini, sedikitnya 30 rumah tertimbun material longsor.
Selain itu, peristiwa ini juga menyebabkan 10 orang meninggal dunia dan 78 korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.
BACA JUGA: Kuatkan Pendidikan Karakter Melalui Kepramukaan: Implementasi Permendikdasmen RI Nomor 13 Tahun 2025
Situasi ini menjadi perhatian bersama dan menggugah rasa kemanusiaan seluruh elemen masyarakat Jawa Barat Jabar) termasuk keluarga besar Maung Bandung.
Penggunaan ban hitam oleh para pemain Persib Bandung bukan sekadar simbol formal, melainkan bentuk wujud kepedulian dan rasa kebersamaan klub terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Di tengah atmosfer pertandingan yang sarat semangat dan dukungan dari Bobotoh, Maung Bandung ingin mengajak semua pihak untuk sejenak menundukkan kepala, mendoakan para korban, serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang terdampak.
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa langkah tersebut lahir dari nilai empati yang selalu dijunjung oleh klub.
“Persib Bandung tidak pernah berdiri sendiri. Klub ini tumbuh bersama masyarakatnya. Melalui penggunaan ban hitam ini, kami ingin menyampaikan rasa duka yang mendalam dan solidaritas kami kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak bencana longsor di Pasirlangu. Kami berharap para korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujarnya dikutip dari persib.co.id.
BACA JUGA: Rekomendasi Hotel Murah Nyaman Rp200 Ribuan di Kota Cilegon, Pas untuk Staycation Bareng Ayang
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat mengungkapkan bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak hati dalam satu momen yang sama.
“Sepak bola memang tentang pertandingan dan prestasi, tetapi di atas itu semua, ada nilai kemanusiaan yang harus selalu kita jaga bersama. Kami berharap pesan empati ini juga sampai kepada seluruh Bobotoh dan masyarakat luas, bahwa Maung Bandung selalu hadir, tidak hanya saat bersorak dalam kemenangan, tetapi juga saat berbagi duka,” tambahnya.
Melalui inisiatif tersebut, Persib Bandung kembali menegaskan komitmennya sebagai klub yang tidak terpisah dari denyut kehidupan sosial masyarakat.
Pertandingan menghadapi PSBS Biak di GBLA diharapkan tetap berlangsung dengan semangat sportivitas tinggi, sekaligus menjadi ruang kebersamaan untuk mengirimkan doa dan harapan terbaik bagi Pasirlangu dan seluruh korban bencana. ***


















