BANTENRAYA.COM – PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar kendaraan niaga segmen truk kelas menengah selama seperempat abad atau 25 tahun.
Keberhasilan ini dibuktikan setelah produk Hino 500 Series mencatatkan raihan pangsa pasar sebesar 56 persen, sepanjang tahun kalender 2025.
Sales and After Sales Director HMSI Susilo Darmawan menyampaikan, torehan tersebut menjadi bukti nyata bahwa keandalan unit serta layanan purnajual perusahaan mampu menjawab tantangan industri transportasi.
BACA JUGA: Kembali Pimpin PKB Banten, Dahyani Menilai Ahmad Fauzi Berhasil Membesarkan Partai
“Strategi bisnis yang konsisten menargetkan para pelaku usaha di sektor logistik, pertambangan, hingga konstruksi agar dapat menjalankan operasional secara efisien,” kata Susilo dalam keterangan resminya dikutip Bantenraya.com, Jumat 23 Januari 2026.
Dampak dari penguasaan pasar yang stabil selama seperempat abad ini memberikan kepastian bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui kelancaran distribusi barang.
Meskipun volume pasar kendaraan niaga nasional menurun, perusahaan tetap mampu meningkatkan performa penjualan serta memperkuat kepercayaan para mitra bisnis di Indonesia.
“Kepercayaan pelanggan membuat Hino mampu mempertahankan posisi sebagai market leader medium duty truck selama 25 tahun berturut-turut di Indonesia,” imbuhnya .
Hino mencatat total penjualan yang berhasil dibukukan mencapai angka 20.517 unit dengan kontribusi terbesar berasal dari kategori truk kelas menengah. Varian Hino 500 Series menyumbang penjualan sebanyak 11.710 unit yang membuktikan kualitas serta daya tahan produk telah teruji puluhan tahun.
Pada segmen truk ringan atau light duty truck (LDT), raihan pangsa pasar perusahaan juga meningkat menjadi 21 perswn dengan total penjualan 8.712 unit.
“Kami optimistis menghadapi tahun 2026 dengan terus memperkuat komitmen Total Support agar pelanggan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tenang dan efisien,” ujar Susilo.
Penguatan pangsa pasar di berbagai segmen menjadi fondasi yang kokoh untuk menghadapi dinamika ekonomi serta tantangan industri otomotif di masa mendatang.
“Inovasi produk yang sesuai dengan medan operasional khusus di Indonesia menjadikan merek ini sebagai mitra strategis bagi percepatan pembangunan infrastruktur nasional,” kata Susilo.*


















