BANTENRAYA.COM – Menjadi wilayah langganan banjir setiap musim hujan, Kecamatan Cibeber membutuhkan anggaran Rp1 miliar untuk dapat menangani banjir.
Diketahui sejak Jumat 2 Januari 2026 telah terjadi bencana banjir di beberapa wilayah Kota Cilegon, bahkan sampai Minggu 4 Januari 2026 masih terdapat wilayah yang terjadi banjir.
Terjadinya bencana banjir dikarenakan curah hujan dengan intensitas tinggi dengan waktu yang cukup lama mengguyur Kota Cilegon tak henti.
BACA JUGA: Tambang Ilegal di Banten Dinilai Perparah Banjir, Pemprov Ambil Langkah Tegas
Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya, warga yang terdampak banjir di Kota Cilegon dari mulai Jumat 2 Januari sampai Minggu 4 Januari 2026 terdapat sebanyak 7.021 jiwa yang terdampak.
Wilayah Kecamatan Cibeber yang terjadi banjir di Kelurahan Kedaleman Lingkungan Karang Tengah 590 jiwa terdampak, dan Lingkungan Gedong Damai 60 jiwa terdampak.
Kelurahan Bulakan 50 jiwa terdampak, Kelurahan Cibeber 1.364 jiwa terdampak, Kelurahan Kalitimbang 374 jiwa terdampak, Kelurahan Karang Asem 333 jiwa, Kelurahan Kedaleman 2.480 jiwa terdampak.
Camat Cibeber Soffan Maksudi menjelaskan, terdapat beberapa persoalan di Kecamatan Cibeber hingga terjadinya banjir.
“Adanya air kiriman, adanya bangunan-bangunan yang ada disekitar kali jadi menghambat sirkulasi air, banyaknya sampah juga dan menyangkut,” jelasnya kepada Banten Raya, Senin 5 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, bencana banjir di Kota Cilegon termasuk di wilayah Kecamatan Cibeber belum menemukan titik pasti permasalahan dari banjir.
“Banjir ini memang belum menemukan titik permasalahannya dimana secara pasti apakah air kiriman, tambang, atau hal lain,” ungkapnya.
Dirinya meminta kepada DPUPR Cilegon untuk dapat membantu menganalisa wilayah Cibeber lebih detail karena setiap hujan selalu banjir.
“Ya ini perlu dianalisa dengan baik, perlu kajian serius, kajian yang matang, untuk menangani upaya banjir dengan serius,” pintanya.
Selama ini pihanya mengalami kendala untuk mengatasi bencana banjir yaitu anggaran yang kurang.
“Kita butuh suntikan anggaran yang memadai, kita ada anggaran Pokmas tapi hanya untuk pelebaran saluran saja,” terangnya.
Anggaran yang dibutuhkan Kecamatam Cibeber untuk mengatasi bencana banjir di wilayahnya sebesar Rp 1 miliar
“Betul bisa sampai Rp 1 miliar untuk anggaran perbaikan dari bencana banjir mulai dari pembebasan lahan, perbaikan drainase, dan lain-lain,” ujarnya.
Jika tak diperbaiki secara cepat dan tepat, meurutnya, bencana banjir akan terulang kembali di waktu yang akan datang.
“Banjir ini akan terus berulang kalau tidak diatasi dengan baik, persoalan banjir di Cibeber ini kompleks,” tuturnya.
Ia berharap kedepannya, seluruh pihak dapat saling membantu mengambil tindakan untuk dapat membuat langkah baru mencegah terjadinya banjir.
“Kedepanya kita jangan menunggu banjir dulu baru diperbaiki, tapi kita semua termasuk OPD terkait dapat mengambil langkah yang serius termasuk penyediaan anggarannya,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu warga Cibeber Eni mengaku, sudah lelah mengurus rumahnya saat terjadinya banjir.
“Sudah berpuluh-puluh tahun saya ngurusin banjir, capek rasanya. Kalau ada lahan lain saya lebih baik pindah,” tambahnya.***
















