BANTENRAYA.COM – Hujan lebat yang mengguyur Kota Cilegon sejak pukul 13.00 WIB membuat sejumlah kecamatan di Kota Cilegon terendam banjir.
Banjir yang menerjang paling parah yakni di Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Citangkil dan Kecamatan Cibeber dengan ketinggian air hingga 1 meter lebih.
Banjir juga merusak sejumlah fasilitas publik misalnya jembatan roboh, drainase atau jembatan milik industri roboh.
BACA JUGA: Pastikan Bantuan Rumah Tepat Sasaran, Wagub Dimyati Natakusumah akan Turun Langsung
Bahkan di Ciwandan banjir disertai air pasang atau rob tersebut sampai menghanyutkan kendaraan dan warung milik warga.
Banjir juga melumpuhkan Jalan Raya Anyer – Cilegon dan posisi air sudah masuk ke pabrik-pabrik di wilayah Ciwandan.
Manager PT Indorama Malim Hander Jhoni menjelaskan, air sudah masuk ke halaman warehouse atau Gudang pabrik. Namun belum masuk ke area produksi.
“Sekarang sudah masuk ke halaman pabrik di warehouses sekitar 30 sentimeter,” katanya, Jumat 2 Desember 2026.
Jhoni menyampaikan, banjir tersebut menjadi yang terparah. Sebab, biasanya tidak sampai masuk ke pabrik.
“Seumur-umur baru kali ini masuk sampai pabrik. Sebelumnya tidak pernah sampai masuk karena kondisi kami tinggi,” ujarnya.
Faktor Penyebab Banjir di Cilegon
Adanya banjir sampai masuk area pabrik, jelas Jhoni, karena debit air di kali sudah melaup dan lebih tinggi dari jembatan.
Air hujan lebat posisinya tertahan dengan air pasang dari laut, sehingga membuat akhirnya meluap ke pemukiman.
“Parit sudah dibesarkan tapi curah hujan tinggi air laut juga pasang jadi sungai terbesar depan Indorama sudah melimpah dan masuk ke atas jembatan. Itu seumur-umur tidak pernah. yah masuk ke pabrik dan sebagian masuk ke pabrik. Biasanya di Indorama tidak pernah ada air posisinya, dia melimpah lewat jembatan. ada 30 centimeter depan warehouse belum sampai ke pabriknya atau wilayah produksi,” ujarnya.
Lurah Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan Bahroni menyatakan, membenarkan kondisi banjir yang mulai terjadi menjelang magrib. Dimana, banjir sudah masuk Sebagian wilayah kelurahannya dan ketinggian air mencapai 1 meter.
“Yah banjir di Ciwandan. Cukup besar,” ucapnya.
Tidak hanya Ciwandan saja, papar Bahroni, kondisi banjir juga sudah masuk ke rumahnya di Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber. Ketinggian air juga sudah mencapai 30 centi meter sampai 1 meter.
“Sama di rumah juga banjir. Ini sudah mau masuk ke rumah. Tingginya hampir satu meter yang terdalamnya,” pungkasnya. (uri)
















