BANTENRAYA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek dan Banten mencatat, mayoritas masyarakat di Banten gemar melakukan pinjaman bank dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Berdasarkan data dari catatan OJK pada bulan Oktober 2025, penyaluran kredit perbankan atau pinjaman bank di Banten paling banyak mengalir ke sektor Rumah Tangga, dengan porsi mencapai 50,18 persen.
Jumlah tersebut hampir mencapai Rp111 triliun dari total penyaluran kredit sebesar Rp222,9 triliun dengan NPL di level 3,53 persen, dan didominasi kredit konsumsi sebesar 52,96 persen.
Sementara itu, sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi serta Perawatan Mobil dan Sepeda Motor menempati posisi kedua dengan 11,83 persen, diikuti oleh sektor Industri Pengolahan sebesar 11,12 persen
Sementara di wilayah DKI Jakarta, penyaluran pembiayaan perbankan masih terkonsentrasi pada sektor Industri Pengolahan, yang menyumbang 18,85 persen dari total pembiayaan.
Selanjutnya, sektor Rumah Tangga berkontribusi sebesar 12,55 persen, dan sektor Aktivitas Keuangan serta Asuransi sebesar 11,71 persen.
Komposisi pembiayaan ini menunjukkan bahwa perbankan di kedua wilayah terfokus mendukung sektor-sektor utama perekonomian pada sektor produktif dan konsumtif.
Di tengah tren positif tersebut, tantangan tetap perlu diantisipasi, khususnya terkait kualitas kredit khususnya pada sektor Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi di DKI Jakarta dan Banten dengan NPL diatas 10 persen.***


















