BANTENRAYA.COM – Persita Tangerang telah melalui sejumlah pertandingan terakhir di BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang cukup buruk.
Persita Tangerang telah menjalani 3 pertandingan tandang yang memiliki tingkat perbedaan satu sama lain.
Persita Tangerang meraih 2 hasil imbang, masing-masing menghadapi Bali United (0-0) dan Bhayangkara FC (1-1).
BACA JUGA: Gereget Ingin Segera Tindak THM, Satpol PP Cilegon Minta Pemprov Banten Beri ‘Surat Sakti’
Pada terakhir di laga menghadapi PSBS Biak, Pendekar Cisadane harus tumbang dengan skor 2-1.
“Saya tidak suka membahas ketiga pertandingan tersebut secara bersamaan, karena menurut saya ketiga pertandingan tandang itu sangat berbeda,” ungkap Carlos Pena dikutip dari persitafc.com.
Selain itu, pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena menyebut saat pertandingan pertama menghadapi Bali United, mereka menuntut kami untuk tampil hampir sempurna dalam bertahan.
BACA JUGA: Harga Mobil Bekas Naik 25 Persen, Konsumen Utamakan Kebutuhan Tersier
“Pertandingan pertama melawan Bali United , mereka menuntut kami untuk tampil hampir sempurna dalam bertahan, karena Bali sangat baik dalam penguasaan bola dan mereka mengendalikannya hampir sepanjang pertandingan,” ungkapnya.
“Meskipun demikian, kami juga menciptakan beberapa peluang dan saya pikir di akhir pertandingan, hasil imbang ini adil bagi kedua tim,” tambahnya.
Selanjutnya saat menghadapi Bhayangkara FC, Pendekar Cisadane sempat unggul lebih dahulu di penghujung laga melalui gol dari Pablo Ganet, sebelum tuan rumah mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
“Di pertandingan kedua, melawan Bhayangkara, kami hampir meraih tiga poin. Beberapa keputusan wasit tidak menguntungkan kami, ingat kartu merah yang jelas-jelas pantas mereka dapatkan,” ujar Pena.
Ia kemudian menambahkan bahwa saat menghadapi PSBS Biak, Persita Tangerang dapat mencetak gol, tim menciptakan beberapa peluang bagus, tetapi Pendekar tidak mampu mempertahankan hasil di menit-menit akhir.
Penampilan Persita Tangerang di Bawah Ekspektasi
Sementara itu di Stadion Maguwoharjo Sleman, Coach Pena mengakui bahwa penampilan Pendekar di bawah ekspektasi yang diinginkan.
Ia berharap tim bisa belajar banyak dari laga terakhir melawan PSBS Biak yang kalah dengan skor 2-1 di Sleman.
“Sebagai kesimpulan, kami menghadapi berbagai pertandingan, semuanya tentu saja sangat sulit, dan kami telah bersaing dengan sangat baik di 2 dari 3 pertandingan,” tuturnya.
“Kami harus belajar dari pertandingan terakhir, dan harus sadar jika kami tidak memberikan lebih dari 100% kemampuan kami di pertandingan mana pun, siapa pun bisa mengalahkan kami,” pungkasnya.
Dari 11 pertandingan yang telah dihadapi, Persita Tangerang berada di peringkat 7 dengan 18 poin. ***



















