BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kota Serang mulai memberlakukan kembali pakaian adat saung patok bagi pegawai di lingkungan Dindikbud Kota Serang.
Penggunaan pakaian adat saung patok itu dalam rangka melestarikan budaya lokal Kota Serang.
Penggunaan pakaian adat saung patok itu disampaikan Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri ditemui usai ziarah di Makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat 3 Oktober 2025.
Ahmad Nuri mengatakan, penggunaan pakaian adat saung patok itu untuk merawat budaya lokal Kota Serang.
“Kenapa hari ini kita pakai baju adat Kota Serang saung patok? Kita ingin jangan tercabut dari akar budayanya,” ujar Nuri, kepada Bantenraya.com.
BACA JUGA: Biaya Sekolah Unggulan di Banten, dari yang Gratis Hingga Ratusan Juta Per Tahun
Ia mengaku, pihaknya akan merumuskan setiap Jumat pekan pertama seluruh pegawai di lingkungan Dindikbud Kota Serang mengenakan pakaian adat saung patok.
“Kita nanti akan rumuskan tiap Jumat Minggu pertama, kita menggunakan baju adat dalam rangka memunculkan budaya-budaya yang relevan dengan kondisi zaman,” ucap dia.
“Tapi tetap maju dan punya relevansi menjaga tradisi dan budaya di Kota Serang ini penting bagi kita untuk melaksanakan. Dimulai di Dindikbud dan ini hari Jumat ini kita kompak semua memakai baju adat saung patok,” tandasnya.***

















