BANTENRAYA.COM – Eks Pelatih Perserang Putut Wijanarko membeberkan kronologi pengaturan skor pertandingan Liga 2 yang melibatkan 5 pemainnya.
Eks Pelatih Perserang tersebut mengaku bahwa dirinya memang sudah mengetahui adanya indikasi pengaturan skor sebelum manajemen melaporkannya ke Komdis PSSI.
Dikutip Bantenraya.com dari YouTube Najwa Shihab, eks Pelatih Perserang Putut Wijanarko awalnya menyampaikan perjalanan mantan klubnya di putaran pertama Liga 2 2021.
Baca Juga: Eiger Store Cilegon Tawarkan Member Gratis Berhadiah
Perserang di bawah asuhannya telah menjalani lima pertandingan, pertama melawan PSKC Kota Cimahi, Perserang unggul 2-1. Lalu melawan Dewa Unied kalah 0-2.
Selanjutnya, ketika bersua RANS Cilegon FC bermain imbang 0-0, melawan Persekat Tegal kalah 1-3 dan dipertandingan terakhir kalah melawan Badak Lampung FC dengan skor 1-4.
Dari 5 pertandingan yang telah dijalani, Putut mulai mengetahui adanya dugaan pengaturan skor saat Perserang akan bertanding melawan Badak Lampung FC.
Baca Juga: Tips untuk pemula agar menjadi Content Creator yang Kreatif dan Sukses
“Saya ada beberapa kronologi yang mesti saya sampaikan. Sebelum lawan Badak (Lampung FC). Saya tahunya itu sebelum lawan Badak Lampung yang terakhir,” ujarnya.
Dipaparkannya, pada 22 Oktober 2021 ada dua pemain Perserang datang ke tempatnya.
Dalam kesempatan itu, mereka menginformasikan jika ada 5 pemain Perserang yang akan bermain kurang sportif saat bertanding melawan Badak Lampung FC.
Baca Juga: Rich Brian Rilis Lagu Baru Berjudul ‘New Tooth’, Video Clipnya Akan Menegangkan
“Saya menginformasikan, jadi saya sudah dengar informasi dari kedua pemain itu ada beberapa pemain, 5 pemain yang mainnya kurang sportif lawan Badak Lampung,” ungkapnya.
Putut menegaskan, 2 pemain yang memberikan informasi di luar 5 pemain yang dijatuhi sanksi oleh PSSI.
“Tidak terlibat, sebenarnya saya juga apresiasi terhadap dua pemain memberikan informasi. Memberitahu bahwa ada 5 pemain akan bermain kurang sportif dalam pertandingan terakhir,” katanya.
Baca Juga: 5 Doa yang Ampuh Terhindar dari Bencana Alam
Putut mengaku, ketika menerima informasi tersebut dirinya tak langsung melaporkannya ke manajemen Perserang.
Alasan pertama karena Ia ingin mengantisipasi tak terjadi kegaduhan dan tim bisa lebih berkonsentrasi melawan Badak Lampung FC.
“Kedua, antisipasi untuk tidak memainkan lima pemain tersebut lawan Badak, ada dua antisipasi yang dilakukan saya sebagai pelatih. Masalahnya apa? Persaingan di papan bawah ini sangat ketat,” tuturnya.
Putut sendiri tak mengetahui secara persis sejak kapan kelima mantan anak asuhnya itu sudah terlibat pengaturan skor.
Ia tak menaruh curiga kepada para pemainnya karena sebagai pelatih, dirinya harus sepenuhnya percaya kepada anak asuhnya.
“Tahunya informasi pertandingan terakhir. Saya percaya 100 persen, saya sebagai pelatih pasti mempercayai pemain. Kalau ada pemain yang kurang maksimal atau tak menerapkan taktik strategi akan saya rotasi,” tegasnya.
Soal apakah praktik pengaturan skor juga melibatkan manajemen atau tidak, Putut mengaku tak mengetahuinya.
“Belum tahu mungkin nanti ada panggilan dari Komdis (PSSI), kemarin saya tanggal 1 sudah dimintai keterangan untuk kronologi seperti apa,” pungkasnya. ***



















