BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang di era kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia terus berlari melakukan percepatan pembangunan Kota Serang sesuai visi misinya maju kotanya, bahagia, dan sejahtera warganya.
Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia atau populer disingkat Budi-Agis resmi dilantik pada, Kamis 20 Februari 2025.
Kendati baru seumur jagung atau hampir enam bulan menjabat, program kerja percepatan pembangunan dan investasi Budi-Agis mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk para pengamat.
Dalam evaluasinya, para analis menilai langkah-langkah yang diambil Budi-Agis selama periode awal kepemimpinannya mencerminkan komitmen nyata terhadap percepatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan dan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin atau UIN SMH Banten Syaeful Bahri menilai, sejumlah program prioritas yang telah dijalankan menunjukkan arah kepemimpinan yang tegas dan terukur.
Syaeful Bahri mengatakan, kinerja Pemkot Serang di awal rezim Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia (Budi-Agis) masih sesuai alur.
“Kinerja politik itu dikenal dengan 100 hari. Kalau menurut saya masih on the track, dan hampir 50 hari itu setengah dari visi misi dengan program 100 hari kerjanya kalau dinilai raport itu sudah 80 persen nilainya,” ujar Syaeful, kepada Bantenraya.com, Minggu 10 Agustus 2025.
Ia menyebutkan, beberapa program 100 hari kerja Budi-Agis yang sudah dibenahi antara lain kemacetan di beberapa titik di Kota Serang, relokasi warga Sukadana 1, normalisasi kali pembuang Cibanten, bersih-bersih sampah sempadan Sungai Cibanten, penertiban pedagang lingkar luar Pasar Induk Rau (PIR), penataan Pasar Lama, penataan pusat perbelanjaan Royal, dan penataan Pasar Kepandean.
Baca Juga: Kelompok 58 KKM Uniba Berikan Penyuluhan Budidaya Cabai, Para Peserta Antusias
“Nah itu dilakukan. Iya tidak mengecewakanlah di 50 hari kerja ini. Tinggal terus jangan berhenti,” ucap dia.
“Lalu yang lebih bagus lagi adalah peran Wakil Walikota saling melengkapi dengan Walikotanya Pak Budi Rustandi,” imbuhnya.
Syaeful juga menilai Budi-Agis merupakan pasangan Walikota-Wakil Walikota yang aktif di media sosial (medsos), mengunggah semua aktivitas kegiatannya.
“Nah itu penting karena Kota Serang ini sebagai Ibukota Provinsi Banten, sehingga kita berharap program-program besar seperti kita sebut dengan PIK 2. Nah apakah PIK 2 apakah bagian dari program 100 hari kerjanya atau bagaimana,” katanya.
Baca Juga: 108 Jiwa di Kabupaten Lebak Terdampak Bencana Selama 2025, Bahaya Ini yang Mengintai
Kata dia, Budi-Agis juga harus aktif melakukan komunikasi dengan masyarakat Kota Serang.
“Nah yang lebih penting sebenarnya kan komunikasi dengan publiknya yang betul-betul harus komunikasi,” ucap Syaeful.
Syaeful juga memberikan catatan buat pasangan Budi-Agis untuk meminimalisir hal-hal berpotensi konflik publik. Potensi konflik publik yang pertama adalah perihal pengelola Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Ats Tsauroh, dan pelantikan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Menurut saya gampang ini sebenarnya, karena otoritasnya ada di Walikota. Jadi Pak Walikota jangan sungkan untuk bijaksana dan tegas gitu lho. Nah hal-hal yang seperti itu harusnya tidak perlu Walikota sampai habis energinya di situ,” tuturnya.
Baca Juga: DPRD Kota Serang Dukung Pemerintahan Budi-Agis, Jika…
Ia mengungkapkan, penataan untuk pengembangan ekonomi masyarakat Kota Serang harus lebih ditingkatkan karena Kota Serang sebagai Ibukota Provinsi Banten.
“Iya itu aja. Saya mengapresiasi langkah-langkah Budi Agis yang tegas,” ungkapnya.
Kolaborasi dengan Pemprov Banten juga harus lebih ditingkatkan, karena sinergi Budi-Agis dengan Andra-Dimyati tidak ada hambatan, karena satu parpol Gerindra-PKS, sehingga percepatan pembangunan dan kolaborasi program Provinsi Banten dengan Kota Serang harus lebih dipertebal lagi.
“Itu kelebihan Budi-Agis. Kelebihan ini yang menurut saya harus betul-betul dimanfaatkan sebaik-baiknya,” terang Syaeful.
Baca Juga: Cuma 5 Menit, Ini Tips Simpel Lawan Burnout
Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman mengapresiasi program Budi-Agis di 100 hari kerjanya seperti penataan Pasar Lama, Pasar Induk Rau, dan normalisasi kali pembuang Cibanten di Lingkungan Sukadana 1, karena tidak didukung dengan anggaran yang optimal.
Sebab kata dia, jika melihat respek dari program visi misi Budi-Agis baru akan dimulai pada RPJMD 2026.
“Kalau sekarang beliau itu menjalankan hanya program 100 hari kerjanya. Makanya kam belum begitu utuh. Cuma secara realistis kami sangat mengapresiasi penertiban Pasar Rau, penataan Pasar Lama, Pasar Royal,” ujar Muji, kepada Bantenraya.com, Minggu 10 Agustus 2025.
Ia juga mendorong Budi-Agis untuk melakukan penataan pasar-pasar kecamatan.
Baca Juga: Bunda PAUD Lebak Kunjungi Ilalang School, Apresiasi Konsep Pendidikan Berbasis Alam
Penataan ini perlu dilakukan agar pemerataan perputaran ekonomi bagi masyarakat pedagang.
“Ya kan belum dipakai itu kan. Kayak pasar Taktakan, Kasemen, Margaluyu, Walantaka. Tinggal diefektifkan. Jadi jangan sampai terpusat di Kota saja. Tetapi penyangga dari pada kota ya harus dipikirkan programnya,” ucap dia.
Muji menjelaskan, semua program visi misi Budi-Agis terdapat dalam RPJMD Kota Serang tahun 2026-2029.
“Januari ini kami sahkan. Sekarang lagi dievaluasi gubernur. Kami bisa melihat dan memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Serang, apabila di 2026 melihat dari visi misi Walikota yang sudah masuk di RPJMD. Itu bisa kasih masukan,” jelasnya.
Baca Juga: Peran Mikrokontroler Sebagai Otak dari Teknologi Otomatis Sistem Kontrol
Menurut dia, dalam program 100 hari kerja Budi-Agis masih ada pekerjaan rumah (PR) yang belum dilaksanakan yakni penerangan jalan umum (PJU) di Kota Serang.
“Penerangan jalan umum ini masih kurang. Harus dilakukan monitoring yang memang betul-betul oleh Walikota terhadap dinas perhubungan,” kata dia.
Muji menjelaskan, acuan kerangka program visi misi Walikota dan Wakil Walikota yang terkandung dalam RPJMD Kota Serang 2026-2029.
“Nanti baru di 2026. Keinginan Walikota Wakil Walikota ada di kerangka acuan RPJMD yang akan dilakukan di 2026. Seperti seragam sekolah gratis, kuantitas kualitas guru ngaji di Kota Serang. Artinya program Pak Wali dan Pak Wakil harus sesuai dengan RPJMD, harus selaras dengan program Pak Gubernur dan Gubernur biasanya melihat dari program strategis nasional juga,” jelas dia.
Apresiasi terhadap pemerintahan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia terus mengalir. Kini datang dari Forum Komunikasi RT RW Kota Serang.
Ketua Forum Komunikasi RT RW Kota Serang Nana Heryatna mengapresiasi capaian kinerja Budi-Agis dalam kurun waktu setelah dilantik menjadi pasangan Walikota-Wakil Walikota Serang periode 2025-2030.
“Sudah luar biasa dan banyak kerja yang sudah dilakukan, dan dalam bergeraknya lebih mengedepankan pendekatan Persuasif. Tentunya sebagaimana yang kita ketahui dalam upaya ini, adalah membangun pondasi-pondasi yang menyeluruh dan terarah menuju Kota Sarang yang berkembang pesat,” ujar Nana, kepada Bantenraya.com, Minggu 10 Agustus 2025.
Meski pemerintahan Budi-Agis baru enam bulan jalan, ia menilai sudah banyak program yang dilakukan oleh pasangan BuGis atau Budi-Agis.
Penataan yang sudah dilakukan diantaranya penanganan sampah, revitalisasi sarana publik, kerjasama dan kolaborasi aktif dengan instansi vertikal dan Pemprov Banten, serta menyerap aspirasi warga sekaligus sosialiasi program kerja.
Sedangkan program yang sedang dalam proses adalah Tamansari, Pasar Lama, pusat perbelanjaan Royal, dan Pasar Kepandean yang sudah mulai tertata dan terlihat bentuknya.
“Yang dalam tahap awal, Pasar Induk Rau sebagai Pasar Induk yang ada di Kota Serang. Ke depan akan difungsikan setiap ruangnya untuk penempatan pedagang. Kemudian perparkiran yang ada di pasar-pasar,” jelas dia.
Nana berharap rencana penataan kabel bawah tanah pun dapat segera dilaksanakan, sehingga penataan Kota Serang semakin terlihat lebih berbudi.
Baca Juga: Mulai Hari Ini, Gunung Rinjani Dibuka Kembali untuk Pendakian
“Mudah-mudahan ke depan juga dapat segera terealisasi pembenahan kabel-kabel dari multi provider yang berinvestasi di Kota Serang dalam layanan internet,” harapnya.
Ia pun mengungkapkan, bahwa ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan secara kolaborasi antara Pemprov Banten dengan Pemkot Serang.
Salah satunya adalah kegiatan revitalisasi TPS3R di Perumahan Citra Gading, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya.
“Revitalisasi TPS3R Citra Gading diharapkan bisa mengedukasi dan sosialisasi ke masyarakat tentang tidak buang sampah sembarang, pembersihan titik lokasi sampah liar, pembentukan bank sampah baik di lingkungan rumah maupun di dunia pendidikan dan kantor-kantor pemerintahan,” beber Nana.
Baca Juga: Wow! Rp15 Miliar Digelontorkan Pemprov Banten untuk Bangun PJU, Jumlahnya Sampai Ribuan Titik
Ia berharap suara rakyat dan aspirasi dari RT RW dapat diterima sebagai suatu usulan yang menjadi prioritas dan vitamin untuk membangun Kota Serang secara merata, terpelihara, dan banyak manfaat.
“Harapannya aspirasi kami menjadi prioritas karena untuk percepatan, pemerataan pembangunan Kota Serang,” harap dia.
Kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia yang baru enam bulan berjalan mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Kota Serang KH. Matin Syarkowi.
Matin Syarkowi mengapresiasi kinerja program 100 hari kerja pasangan duet BuGis (Budi-Agis)
Baca Juga: Dewa Kuasai Permainan Namun Kecewa Hasil Akhir Lawan Malut United
Matin Syarkowi menilai bahwa Kota Serang era kepemimpinan duet Budi-Agis memiliki spirit untuk membangun Kota Serang yang lebih maju, bahagia dan sejahtera.
“Ya saya melihat ada semangat untuk membangun yang lebih maju, yang lebih baik. Makanya saya lihat agresif. Kayak menata Pasar Rau, Pasar Royal, Pasar Lama, normalisasi Cibanten, yang di Kasemen itu Sukadana 1,” ujar Matin, kepada Bantenraya.com, Minggu 10 Agustus 2025.
Ia mengatakan, sudah seyogyanya masyarakat Kota Serang mensuport Pemkot Serang, agar percepatan pembangunan Kota Serang segera terealisasi optimal.
“Saya pikir masyarakat harusnya ngedukung. Semangatnya kan kita salutlah ya. Masyarakat harus bisa mendukung itu,” ucap dia.
Baca Juga: 108 Jiwa di Kabupaten Lebak Terdampak Bencana Selama 2025, Bahaya Ini yang Mengintai
Menurut Matin, Pemkot Serang memerlukan anggaran yang besar untuk membangun infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) nya, karena kemampuan fiskal Pemkot Serang masih terbatas, dan masih mengandalkan sumber anggaran dari pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Banten.
“Kota Serang ini kalau berkutat pada satu hal, yang ada ini PADnya kecil. Lalu untuk membangun ini dari mana kalau bukan dari PAD. Tentu kita tidak hanya berbasis PAD, melainkan juga kearifan lokal,” katanya.
Masyarakat, kata dia, menginginkan bisa mendidik anak, kesehatan bisa terjamin, lalu situasi dan kondisi keamanannya terjamin, karena kepastian hukum ada bagi investasi.
“Kemudian juga masyarakat ingin jalan itu bagus. Semua itu butuh dana,” tandasnya.
Baca Juga: DOB Cilangkahan: Anggota DPD RI dan Wagub Banten Sepakat, Sudah Saatnya Pemekaran Wilayah Terjadi
Anggota Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang KH. Enting Abdul Karim mengatakan, program yang dilakukan Budi-Agis dalam membangun Kota Serang sangat nyata.
“Saya sih alhamdulillah bersyukur dan terima kasih, terhadap langkah-langkah Walikota dalam membangun Kota Serang sangat konkrit. Mulai dari relokasi warga Lingkungan Sukadana 1, terus penataan Pasar Induk Rau sangat nyata upaya beliau dalam mengatasi banjir,” ujar Enting, kepada Bantenraya.com, Minggu 10 Agustus 2025.
Namun ia juga memberikan beberapa catatan khusus untuk Budi-Agis. Enting meminta Budi-Agis membangun Kota Serang tanpa harus meninggalkan identitas lokalitas budaya Kota Serang.
“Membangun Kota Serang jangan sampai meninggalkan nafas kearifan lokal,” ucap dia.
Baca Juga: Kagum dengan BC FIFA 2025 Gubernur Banten Sebut jadi Ruang Interaksi Banten dan Dunia
Investasi yang masuk ke Kota Serang harus dilandasi keuntungan Kota Serang, kemakmuran warganya, dan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Bahwa Kota Serang harus maju iya, tapi juga tidak boleh meninggalkan kearifan lokal yang terkenal dengan Islamnya,” jelasnya. ***




















