BANTENRAYA.COM – Alih-alih langsung meluncurkan produk kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV), Suzuki memilih strategi multi pathway.
Strategi ini berfokus pada adopsi konsumen secara bertahap terhadap kendaraan listrik. Pendekatan ini pun terbilang cukup jitu untuk mendorong konsumen dapat beralih dengan mulus dari kendaraan berbahan bakar bensin.
Salah satu kendaraan hybrid Suzuki yang direspons baik di pasar Indonesia adalah Suzuki Fronx.
Diluncurkan pada 28 Mei 2025, hingga pertengah Juli 2025 sudah membukukan 4.000 surat pemesanan kendaraan (SPK), termasuk di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan, konsumen hari ini semakin peduli dan menerima terhadap kendaraan hybrid. Lini produk kendaraan hybrid Suzuki telah mendominasi hingga 52 persen dari total penjualan Suzuki di Indonesia.
“Kami yakin, angka ini akan terus naik seiring dengan strategi produk yang kami kerahkan. Dari total pemesanan, 67 persen merupakan varian tertinggi atau SGX bermesin hybrid,” kata Donny dikutip Bantenraya.com Kamis 31 Juli 2025.
Baca Juga: Bukti Transformasi Berjalan Sukses, BRI Bukukan Laba Rp26,5 Triliun di Semester I 2025
Menurutnya, kebaruan yang dibawa di Suzuki Fronx, desain eksterior dan interior, serta adanya teknologi Suzuki Safety Support sebagai fitur keamanan aktif menjadi tiga alasan terbesar konsumen memilih Fronx.
“Selama GIIAS 2025, Fronx mendominasi pemesanan kendaraan Suzuki hingga 35 persen. Dan 35-40 persen di antaranya adalah konsumen perempuan,” papar Donny.
Proses peluncurannya pun cukup panjang. Setelah sebelumnya dipamerkan sebagai mobil konsep dan diperkenalkan di GIIAS 2025, mobil ini baru akan diluncurkan awal tahun 2026.
Baca Juga: Moo Meat Kitchen Serang, All You Can Eat Daging Premium Hanya Rp135 Ribu
“Kami terus melakukan riset pasar, uji teknis, dan mempersiapkan seluruh infrastruktur. Begitu siap, eVitara akan kami pasarkan. Persiapan ini kami lakukan agar strategi kami lebih presisi,” kata Donny.**




















