BANTENRAYA.COM – Kepadatan di Kota Makkah terus meningkat seiring mendekatnya fase puncak ibadah haji.
Jutaan jemaah dari berbagai negara kini memenuhi jalanan, halte, dan area sekitar Masjidil Haram. Situasi ini menjadi perhatian serius petugas, termasuk bagi jemaah haji asal Indonesia.
Dikutip Bantenraya.com dari laman kemenag.go.id, Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, menekankan pentingnya manajemen waktu jelang puncak haji.
Menurutnya, titik-titik tertentu seperti terminal bus salawat dan pintu masuk Masjidil Haram mengalami lonjakan antrean pada waktu-waktu salat.
“Waktu paling padat adalah menjelang dan sesaat setelah salat lima waktu. Kami imbau jemaah untuk tidak memaksakan datang terlalu mepet,” kata Muchlis.
Ia menyarankan agar jemaah berangkat lebih awal, memberi ruang untuk ibadah yang lebih tenang, sekaligus menghindari potensi ditutupnya akses ke dalam masjid.
Baca Juga: Bisa Disaksikan di 3 Platform Ini, Nonton Perdana Drakor Oh My Ghost Clients Sub Indo Full Movie
“Kalau bisa, datang satu hingga dua jam lebih awal. Jemaah punya kesempatan memilih tempat di dalam masjid, bukan di luar pelataran yang terpapar panas,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, kebiasaan langsung pulang setelah salat juga mulai dikaji ulang. Menurutnya, petugas melihat banyak jemaah berdesakan di halte pada waktu bersamaan.
“Sebaiknya tunda kepulangan. Gunakan waktu setelah salat untuk istirahat atau berdzikir. Menunggu satu jam bisa sangat membantu mengurangi antrean di terminal,” ucapnya.
Baca Juga: Dorong Daya Saing Lewat Program BRI Peduli, Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM
Sementara itu, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni, menyatakan transportasi bus salawat telah disiapkan maksimal.
Sebanyak 445 armada telah beroperasi penuh untuk mengantar jemaah dari 205 hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya.
“Setiap bus punya rute dan tanda khusus. Mohon jemaah tidak terburu-buru naik bus tanpa memastikan tujuan,” tegasnya.
Baca Juga: Nonton Series Leo di Februari Episode 3A dan 3B, Lengkap dengan Jadwal Tayang dan Spoiler
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Banten Ahmad Dimyati Natakusumah meminta para jemaah haji yang berangkat haji pada musim haji tahun 2025 ini tidak fokus untuk berburu belanjaan.
Menurutnya, jemaah haji harus memanfaatkan momentum ibadah haji untuk beribadah lebih banyak ketimbang sibuk berbelanja aneka jajanan dan perhiasan.
“Beulikeun iyeu-beulikeun iyeu (Belikan ini-belikan ini). Niatna lain naek haji (Niatnya bukan baik haji). Niatna arek shopping (niatnya mau belanja),” kata Dimyati.
Baca Juga: Bobol Rumah, Oknum Anggota Ormas di Kabupaten Serang Diamankan Polisi
Jika jemaah haji memiliki niat selain ibadah, kata Dimyati, maka dorongan nafsu berbelanja yang akan lebih banyak mendorong. ***

















