BANTENRAYA.COM – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan seminar.
Tema seminar dari Untirta itu adalah Peran Lembaga Sertifikasi Profesi Yang Terlisensi BNSP Dalam Mendukung tercapainya Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi.
Seminar dari Untirta itu mengundang para pejabat kampus dan para dosen yang ingin mengikuti sertifikasi profesi dan narasumber dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yakni Wakil Ketua Miftakul Azis.
Baca Juga: Anthony Ginting Mundur dari Denmark Open 2021, Bukan Gara Gara Bendera Merah Putih?
Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Untirta Abdul Fatah mengatakan, kegiatan seminar ini merupakan rangkaian dari proses lembaga sertifikasi profesi Untirta.
Hal itu untuk melangkah mendapatkan lisensi dari BNSP yang ditelah ditetapkan pada 18 Maret 2021 lalu.
Ia juga melaporkan, bahwa LSP Untirta sedang melakukan revisi perbaikan skema. Secara keseluruhan terdapat 13 skema yang diajukan dan di bulan November ini akan dirancang serta diadakan pelatihan asesor kompetensi.
Baca Juga: Viral Debat Netizen dengan Admin Humas Polda Kalteng tentang kata Mampus
Lebih lanjut Abdul Fatah yang juga kepala UBIS Untirta ini menjelaskan, Untirta telah memiliki 26 dosen yang telah memiliki sertifikat asesor kompetensi.
“Saya berharap setelah pelatihan asesor kompetensi pada bulan November, dibulan berikutnya LSP Untirta sudah siap untuk dilisensi. Kita tuntaskan pendirian LSP Untirta ini ditahun 2021,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Pengembangan Inovasi Pengabdian dan Hilirisasi Riset Agus Sjafari mengatakan kegiatan seminar ini sangat penting terkait penyempurnaan skema yang akan diajukan untuk mendapatkan lisensi LSP P1.
Baca Juga: Ternyata Mudah Menjadi Orang Cerdas Tanpa Sekolah, Ini Kata Buya Yahya
Agus juga mengungkapkan pentingnya LSP terutama bagi alumni atau mahasiswa Untirta, khususnya dalam memberikan kepastian memiliki kompetensi yang unggul.
“Jadi tidak hanya ijazah saja yang didapat tetapi dia juga memilki kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.
Untuk itu menurutnya, para dosen harus mengikuti terlebih dahulu uji kompetensi, sehingga para dosen kelak dapat memberikan uji kompetensi bagi mahasiswa Untirta.
Baca Juga: MU 3 vs Atalanta 2: Sundulan Ronaldo Selamatkan Muka Ole Gunnar Solksjaer
Agus juga menyoroti mekanisme uji komptensi yang sangat rigid, untuk itu dirinya yakin dengan komitmen yang kuat dari tim LSP Untirta dapat memperoleh lisensi LSP yang pada akhirnya akan mendukung indikator kinerja utama yang terstandarisasi secara baik.
Mengawali materinya, Wakil Ketua BNSP Miftakul Azis bercerita alasan pentingnya uji kompetensi.
Ia menjelaskan bahwa setidaknya ada empat tantangan terkait isu pendidikan dan penyiapan tenaga kerja.
Baca Juga: Pura-Pura Bawa Permen dan Eskrim, Paman di Kota Serang Ini Cabuli Balita 4 Tahun, Kelaminnya di….
Keempat tantangan tersebut ialah bonus demografi, masyarakat ekonomi asean, industri 4.0 dan Covid-19.
Untuk menghadapi empat tantangan tersebut perguruan tinggi harus peka terhadap perubahan dan mampu menciptakan profil lulusan perguruan tingginya yang relevan dengan kebutuhan di masa yang akan datang.
“Banyak pekerjaan atau profesi yang dulunya ada, kini tiada atau digantikan dengan peran teknologi,” katanya. ***




















