BANTENRAYA.COM – Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat akan melaporkan akun Media Sosial atau Medsos ke pihak Polisi setelah dirinya dituding menyawer seorang biduan wanita dengan segepok uang.
Kejadian nyawer seorang biduan wanita oleh Wali Kota Tual tersebut terjadi di sebuah Tempat Hiburan Malam atau THM, Jakarta Utara.
Dikutip Bantenraya.com dari Instagram @lambegosiip pada Selasa, 06 Mei 2025 yang menampilkan video Wali Kota Tual sedang menyawer seorang DJ.
Baca Juga: Luna Maya Berbinar Setelah Proses Siraman, Netizen: Auranya Bagus Banget
“Wali Kota Tual ancam akan polisikan penyebar videonya yang viral saat nyawer, singgung soal pencemaran nama baik,” tulis keterangan Instagram @lambegosiip.
Dalam video tersebut memperlihatkan Ahmad Yani yang beberapa kali memberikan uang dari segepok uang pecahan Rp100.000 kepada biduan wanita tersebut.
Wali Kota Tual menyebutkan bahwa video tersebut telah mencemarkan nama baik secara digital.
Baca Juga: DPRD Banten Beri Catatan Khusus Soal Rencana Pembangunan TPSA Regional Banten
Dirinya mengatakan bahwa akan menggunakan Undang-Undang (UU) ITE untuk menjerat seseorang yang telah menyebarkan video tersebut.
“Saya sudah minta pengacara segera lapor ke polisi,” tegasnya.
Akan tetapi, Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan Pasal ITE untuk para Pejabat publik yang ada di Indonesia.
Baca Juga: 81 Preman Diamankan Polres Lebak, Modus Pungli di Fasilitas Umum
Putusan dari MK tersebut menegaskan kritik yang dilakukan masyarakat terhadap pejabat tidak bisa dipidana.
Selain itu, MK menilai Pejabat wajib menerima kritik dari masyarakat, sebab menjabat atas dasar kepercayaan.
Walaupun begitu, Akhmad Yani bersikeras untuk tetap melanjutkan laporan atas pencemaran nama baik ini ke pihak Polisi.
Baca Juga: Atlet Banten Alya Raih 3 Perunggu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja dan Junior di Peru
Dengan adanya unggahan atas Wali Kota Tual yang mengancam akan polisikan akun Medsos karena diduga telah sawer biduan tersebut, ramai tanggapan dari warganet.
“Melaporkan pencemaran nama baik, padahal namanya sudah tercemar dengan sendirinya,” tulis @rest*** dalam komentar.
Warganet juga ada yang mempertanyakan uang yang diberikan untuk menyawer tersebut dari mana.
“Duit dari mana itu?” tanya @izze*** dalam komentar. ***

















