BANTENRAYA.COM – Bulan Ramadhan adalah bulan yang memiliki banyak keistimewaan dan keberkahan di dalamnya.
Pada bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan ini, umat Muslim berlomba-lomba dalam kebaikan saat berpuasa selama satu bulan penuh.
Selain itu, menjalankan puasa di bulan Ramadhan juga tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta kedisiplinan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Baca Juga: Murah! Ide Hampers Lebaran 2025 Budget 100 Ribuan, Unik Bikin Saudara Kegirangan
Hal tersebut terjadi karena tujuan dari berpuasa Ramadhan itu, untuk dapat meningkatkan ketakwaan kepada-Nya, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Quran;
Lantas bagaimana naskah Jumat hari ini tepat pada Jumat, 21 Maret 2025 atau 1446 Hijrah?
Dikutip Bantenraya.com dari laman islam.nu.or.id pada Jumat, 21 Maret 2025 tentang khutbah Jumat berjudul tiga tingkatan orang yang berpuasa Ramadhan, mengapa puasa anda bisa berbeda?
Baca Juga: Bentuk Tim Ahli, Universitas Syekh Manshur Segera Terwujud
الْحَمْدُ للهِ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ, يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ سُبْحَانَكَ اَللّٰهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Jamaah Sholat Jumat yang dimuliakan oleh Allah SWT!
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan sehingga kita dapat memenuhi panggilan-Nya untuk menunaikan Sholat Jumat.
Baca Juga: Warga Ciwaduk Usulkan Normalisasi Sungai Kedung Ingas, Lurah Tinjau Lokasi
Nikmat yang harus digunakan dalam rangka memenuhi syariat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Sholawat dan salam, mari kita haturkan bersama kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarganya, sahabatnya, dan semoga kepada kita semua selaku umatnya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah, bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia, penuh rahmat, dan ampunan.Pada bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan ini, sudah kewajiban kami sebagai khatib untuk dapat mengingatkan jamaah Sholat Jumat agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Wamen Pariwisata Minta Pemprov Banten Jeli Lihat Peluang untuk Gaet Wisatawan
Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada orang Allah SWT yaitu, dengan terus istiqomah dalam menunaikan semua kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya.
Dengan takwa, itu artinya kita sedang mempersiapkan bekal untuk kita bawa menuju akhirat, karena pada hakikatnya, dunia adalah tempat kita menanam, dan akhirat tempat kita memanen.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ
Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah: 197).
Tidak hanya itu, umat Muslim perlu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya, bahwa dengan semangat dari berpuasa di bulan Ramadhan itu bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada-Nya. Sebagaimana yang telah dijelaskan di Al-Quran;
Allah swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS: Al-Baqarah: 183).
Baca Juga: BRI Gelar BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H, 82 Tenant Siap Penuhi Kebutuhan Lebaran Idul Fitri
Umat Muslim perlu mengetahui tentang tiga angkatan orang berpuasa Ramadhan yang berbeda-beda.
Derajat orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan itu terbagi menjadi tiga yaitu;
1. Puasa orang awam
2. Puasa orang pilihan
3. Puasa orang yang sangat istimewa.
Seperti apa kriteria dari masing-masing ketiganya? Imam Al-Ghazali menjelaskan:
أَمَّا صَوْمُ الْعُمُوْمِ فَهُوَ كَفُّ الْبَطْنِ وَالْفَرْجِعَنْ قَضَاءِ الشَّهْوَةِ. وَأَمَّا صَوْمُ الْخُصُوْصِ فَهُوَ كَفُّ السَّمْعِ وَالْبَصَرِ وَاللِّسَانِ وَالْيَدِ وَالرِّجْلِ وَسَائِرِ الْجَوَارِحِ عَنِ الْآثَامِ. وَأَمَّا صَوْمُ خُصُوْصِ الْخُصُوْصِ فَصَوْمُ الْقَلْبِ عَنِ الْهِمَمِ الدَّنِيَّةِ وَالْأَفْكَارِ الدُّنْيَوِيَّةِ وَكَفُّهُ عَمَّا سِوَى اللهِ بِالْكُلِّيَّةِ
Artinya, “Adapun puasa orang awam, yaitu menahan perut dan kemaluan dari memenuhi syahwat. Adapun puasa orang pilihan, yaitu menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa.
Sedangkan puasa orang yang sangat istimewa, yaitu puasa hati dari keinginan-keinginan rendah dan pikiran-pikiran duniawi, serta menahannya dari segala sesuatu selain Allah secara total.”
Demikian adanya khutbah Jumat ini tentang tiga angkatan orang berpuasa Ramadhan, semoga menjadi pengingat dan motivasi umat Muslim. ***

















