BANTENRAYA.COM – Baru-baru ini ada kabar duka dari Staff Universitas Islam Negeri atau UIN Alauddin Makassar yang dikabarkan meninggal dunia.
Pihak kepolisian membenarkan adanya kabar duka karena meninggalnya Staff UIN Makassar yang dikabarkan meninggal dunia diduga shock.
Kapolres Gowa AKBP Reonald Simanjuntak menjelaskan, walaupun nama Staff tersebut disebut oleh salah satu tersangka yang kini ditahan di Polres Gowa, pihaknya tidak memiliki bukti yang cukup untuk mengaitkan almarhum dengan produksi uang palsu.
“Yang meninggal itu bukan tersangka produksi maupun peredarannya uang palsu,” kata Reonald.
Reonald juga menambahkan, bahwa nama almarhum disebut oleh salah satu tersangka peredaran uang palsu.
“Walaupun nama almarhum disebut oleh salah satu tersangka (peredaran uang palsu). Hal ini tidak mempengaruhi proses penyelidikan,” tambah Reonald.
Informasi ini diunggah oleh akun Instagram @fakta.beriita pada Selasa, 24 Desember 2024.
Dalam unggahan tersebut memberikan informasi bahwa salah satu Staff UIN Alauddin Makassar yang diduga melakukan praktek peredaran uang palsu meninggal dengan shock.
“Staff UIN Makassar Meninggal Shock, Setelah Disebut Terlibat di Dalam Peredaran Sindikat Uang Palsu,” tulisan keterangan @fakta.beriita.
Kasus uang palsu tersebut diduga diproduksi di Kampus 2 UIN Makassar telah menimbulkan kepanikan yang terjadi di masyarakat.
Baca Juga: Rekam Jejak Bagus, Fauzan Dardiri Didorong Maju di Musda VI KNPI
Dengan adanya sindikat uang palsu tersebut, membuat para pedagang di sejumlah pasar ragu untuk melakukan transaksi tunai.
Terutama transaksi yang menggunakan pecahan sebesar Rp10.000, mereka khawatir menjadi korban peredaran uang palsu.
Hingga kini pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan sindikat uang palsu dan memastikan keamanan transaksi di masyarakat.
Reonald Simanjuntak juga menjelaskan aksi tersangka yakni, Andi Ibrahim yang membawa masuk mesin pencetak uang palsu seberat 3 Ton, seharga Rp600 Juta ke dalam Kampus UIN Alauddin Makassar.
Rupanya upaya yang dilakukan oleh Andi Ibrahim yang membawa masuk mesin pencetak uang palsu ke kampus tersebut sempat dicegat oleh satpam kampus.
Baca Juga: Kemenkes RI Siapkan Posko Layanan Kesehatan Gratis di Pelabuhan Merak
Akan tetapi, Andi Ibrahim justru berhasil meyakinkan petugas satpam kampus tersebut dengan alasan mesin tersebut digunakan untuk mencetak buku.
Semoga kasus pengedaran uang palsu yang terjadi di Kampus UIN Alauddin Makassar cepat terselesaikan secara keseluruhan oleh pihak kepolisian.***
















