BANTENRAYA.COM – Pendapatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Perubahan Kota Cilegon diproyeksikan naik sebesar Rp2,39 triliun.
Di mana, sebelumnya pendapatan diproyeksikan alam APBD regular sebesar Rp2,35 triliun.
Rincian pendapatan Rp2,39 triliun tersebut yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,25 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp1,14 triliun.
Helldy menyatakan, target pendapatan sendiri diproyeksikan naik. Di mana, pendapatn sejumlah sektor diprediksi akan naik.
Baca Juga: Komika Praz Teguh Undur Diri Dari Acara Podcast Warung Kopi, Ada Apa?
“Target pendapatan daerah ini mengalami kenaikan sebesar Rp34,90 miliar dari target pendapatan reguler sebelumnya yang sebesar Rp2,35 triliun,” katanya, Senin 26 Agustus 2024.
Helldy menambahkan, anggaran belanja daerah sendiri juga sama mengalami kenaikan sebesar Rp2,49 triliun. Dimana, sebelumnya nilainya mencapai Rp2,47 triliun.
“Meliputi belanja operasi sebesar Rp2,17 triliun, belanja modal sebesar Rp313,5 miliar, dan belanja tidak terduga sebesar Rp10 miliar,” jelasnya.
“Alokasi belanja ini mengalami kenaikan sebesar Rp17,09 miliar dibandingkan alokasi belanja reguler sebelumnya yang sebesar Rp2,47 triliun,” ungkapnya.
Baca Juga: Meski Tak Diusung Golkar, Peluang Airin-Ade Menang di Pilgub Banten Dinilai Lebih Besar
Helldy mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi DPRD Kota Cilegon yang sudah membahas bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam proses pembahasan APBD Perubahan 2024.
“Kecepatan dan fokus mereka dalam membahas serta memberikan masukan sangat kami hargai, baik pada agenda rapat gabungan sebelumnya maupun saat paripurna hari ini,” kata Helldy.
Menurut Helldy, perubahan APBD diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kondisi dan kapasitas fiskal daerah, serta menyesuaikan dengan anggaran belanja program atau kegiatan sesuai target indikator kinerjanya.
Terakhir Helldy sampaikan proyeksi penerimaan pembiayaan daerah pada perubahan ini diperkirakan sebesar Rp102,04 miliar, meskipun mengalami penurunan sebesar Rp17,81 miliar dari proyeksi penerimaan pembiayaan daerah reguler sebelumnya yang sebesar Rp119,85 miliar.
“Pemerintah Kota Cilegon juga memutuskan untuk tidak melakukan pengeluaran pembiayaan tahun ini, setelah mempertimbangkan kondisi keuangan daerah secara matang,” pungkasnya.***
















