BANTENRAYA.COM – Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN SMH Banten Kelompok 71 laksanakan seminar pengelolaan Pariwisata di Desa Ramea.
Kegiatan dari KKN Kelompok 71 UIN SMH Banten ini dilaksanakan di Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Seminar yang digelar KKN Kelompok 71 UIN SMH Banten ini bertajuk ‘Pengembangan Ekowisata Desa Ramea’ yang dilaksanakan, Selasa, 5 Agustus 2024 pukul 10.00.
Baca Juga: Entah Apa yag Terjadi, Mahasiswa Ini Lulus Usia 21 Tahun Malah Dihujat Ibu-ibu: Jamin Masuk Surga?
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua BPD, Kepala Desa, Babinsa serta masyarakat Desa Ramea.
Dilaksanakannya kegiatan ini berdasar dari keresahan mahasiswa atas Desa Ramea yang merupakan salah satu desa wisata yang ada di Banten.
Desa wisata adalah sebuah kawasan pedesaan yang memiliki keunikan dan karakteristik khusus untuk menjadi destinasi wisata.
Baca Juga: Referensi Ide Lomba 17 Agustus yang Seru untuk Semua Kalangan, Cocok untuk Meriahkan HUT RI ke-79
Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat desa.
Ketua KKN 71 UIN SMH Banten Muhamad Farhan Dwiko mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran masyarakat.
“Kami mengadakan seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengelola pariwisata,” kata Farhan.
Baca Juga: 47 Warga Banten Mendapat Penghargaan Satyalancana dari Wapres Maruf Amin
Ada banyak ekowisata yang terdapat di Desa Ramea belum terstruktur dalam pengelolaannya.
“Karena ada banyak peluang ekowisata belum terstruktur pengelolaannya, ” tambah Farhan.
Semoga diadakannya seminar ini masyarakat dapat mengamalkan ilmunya untuk mengelola pariwisata.
Baca Juga: Harga Terus Naik, Pedagang Pasar Mancak Kesulitan Mencari Cabai Rawit
Selain itu, Rohaendi, Selaku Kepala Seksi Pengembangan SDM Pariwisata Provinsi Banten mengatakan bahwa di Desa Ramea butuh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Di Desa Ramea saya butuh pokdarwis yang aktif, karena kondisi geografis Banten menguntungkan. Provinsi Banten memiliki keuntungan yang luar biasa, ” ucap Rohaendi.
Semoga dengan adanya seminar ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pokdarwis.
Baca Juga: ASN Asal Lampung Jadi Korban Penipuan Proyek Rp19,7 Miliar di Kota Serang
Kemudian juga masyarakat sekitar dapat mengelola wisata yang baik.***



















