BANTENRAYA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten melaporkan kondisi perekonomian pada bulan Juli 2024, Banten mengalami deflasi selama tiga bulan berturut-turut sejak Mei 2024.
Pada bulan Julu 2024 tercatat deflasi di Banten sebesar 0,24 persen, hal tersebut didorong oleh andil komoditas yang mengalami deflasi seperti, tomat, bawang merah, telur, perhiasan dan cabai merah.
Di bulan Juni 2024, Provinsi Banten mengalami deflasi sebesar 0,08 perswn, sedangkan di Mei tercatat deflasi 0,52 persen.
Baca Juga: Inilah Daftar Nama-nama Anggota DPRD Pandeglang Terpilih Periode 2024-2029
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar mengatakan, dengan demikian inflasi Banten secara tahun kalender berjalan mencapai 1,03 persen.
“Dimana andil inflasi disebabkan oleh komoditas cabai rawit, upah asisten rumah tangga, kopi bubuk, beras dan ikan mas,” kata Faizal dalam siaran resmi BPS Banten, Kamis 1 Agustus 2024.
Adapun terjadi inflasi year on year atau tahunan Provinsi Banten sebesar 2,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,72.
Baca Juga: Aston Cilegon Kenalkan Outside Catering, Konsumen Bisa Pesan di Radius 15 Kilometer
“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Cilegon sebesar 2,55 persen dengan IHK sebesar 106,41,” jelas Faizal.
Hal tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,07 persen kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,51 persen kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,36 persen kelompok perlengkapan.
Selanjutnya, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,54 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,82 persen, kelompok transportasi sebesar 1,15 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,61 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,92 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,33 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,32 persen.***

















