BANTENRAYA.COM – Pemberian makanan tambahan atau PMT nugget kepada anak-anak stunting di Kota Serang bakal terus dilanjutkan.
Pemberian makanan tambahan nugget ini untuk mendukung asupan makanan bergizi bagi anak-anak stunting, sehingga diharapkan jumlah stunting di Kota Serang terus anjlok.
Rencana kelanjutan pemberian makanan tambahan nugget ini disampaikan Penjabat Walikota Serang Yedi Rahmat.
Yeri Rahmat mengatakan, pihaknya sudah merencanakan di dalam APBD perubahan tahun 2024 untuk program peningkatan daya tahan tubuh.
“Mungkin ke depan kami akan intervensi lagi di perubahan APBD 2024 ini, untuk memasukkan program peningkatan ketahanan gizi,” ujar Yedi, kepada Bantenraya.com. Kamis 27 Juni 2024.
Ia menjelaskan, program ketahanan gizi ini untuk peningkatan daya tahan tubuh, karena anak-anak stunting harus disupport makanan-makanan bergizi untuk mengurangi tingkat stunting.
Baca Juga: Penjual Layang-layang di Kota Serang Raup Omzet Rp100 Juta Saat Musim Kemarau
“Kalau program ketahanan gizi nama programnya, mungkin sub kegiatannya banyak. Tapi tetap sudah kita dorong di APBD perubahan sudah harus masuk. Di Dinkes. Khusus anak stunting dan lainnya,” katanya.
Yedi menuturkan, program pemberian makanan tambahan nugget kepada anak-anak stunting sudah di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Curug, Kecamatan Taktakan, dan Kecamatan Serang.
“Berikutnya di Puskesmas Kecamatan Kasemen, Puskesmas Cipocok Jaya, dan Puskesmas Kecamatan Walantaka,” tutur dia.
Pemberian nugget kepada anak-anak stunting ini salah satu intervensi percepatan penurunan stunting di Kota Serang.
Target penurunan stunting dari pemerintah pusat 14 persen untuk tahun 2024.
Ia berharap dengan pemberian makanan tambahan nugget yang diberikan Pemkot Serang bisa menekan jumlah balita stunting di Kota Serang.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Senin dan Kamis yang Jarang Diketahui
“Mudah-mudahan dengan adanya makanan tambahan nugget ini, anak-anak stunting bisa turun drastis,” harapnya.
Yudi menuturkan, pemberian nugget untuk balita stunting ini sifatnya hanya partisipasi atau stimulan saja.
“Ini kita nanti sesuaikan dengan kondisi, karena ini sifatnya partisipasi. Pak Pj ingin memberikan stimulan. Mungkin nanti akan dikembangkan baik itu kecamatan atau OPD terkait,” kata dia. (***)


















