BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mewacanakan pembangunan lumbung pangan atau food estate di beberapa daerah di Banten.
Program food estate tidak hanya berfokus pada pangan jenis padi melainkan juga jenis pangan lain seperti jagung bahkan cabai dan tomat.
Plh Sekda Provinsi Banten Virgojanti mengatakan, dalam mewujudkan food estate Pemprov Banten akan menggunakan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU). Ini dilakukan untuk membangun tata niaga ekosistem pertanian yang selama ini belum terkontrol maksimal oleh Pemprov Banten.
Virgojanti mengungkapkan, selama ini Pemprov Banten tidak bisa mengontrol penuh pangan yang dihasilkan oleh para petani.
Karena itu, ketika produksi padi berlimpah, setelah beberapa saat bisa saja semua padi itu akan berpindah ke daerah lain.
Baca Juga: Pemkab Serang Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Idul Adha Agar Tidak Inflasi
Pemprov Banten pun tidak bisa berbuat apa-apa karena padi-padi itu milik petani dan bebas bagi para petani untuk menjualnya ke mana saja mereka suka.
“Selama ini kan kita tidak tahu hasil pertanian kita lari larinya kemana saja, padahal secara perhitungan hasil produksi kita cukup. Tapi tadi itu, karena diserahkan kepada masyarakat, jadinya sesuka mereka mau didistribusikan kemana saja,” kata Virgojanti, Kamis (30/5/2024).
Dengan memiliki program food estate, diharapkan Pemprov Banten bisa mengendalikan produksi pangan yang dihasilkan oleh para petani.
Karena petani yang akan diberdayakan akan diberikan bibit dan lainnya. Bahkan, petani yang diusahakan adalah petani muda akan diberikan insentif atau gaji oleh pemerintah.
“Jadi ketika nanti panen, hasilnya akan diserap dan dikelola oleh Pemprov Banten,” ujarnya.
Tidak hanya pada tahap produksi, Pemprov Banten juga akan memikirkan bagaimana di tahap distribusi.
Baca Juga: Pj Gubernur Bingung Karena Ada Ratusan Randis Yang Nunggak Pajak
Sementara untuk pengawasan, akan diserahkan ke Dinas Pertanian Provinsi Banten sebagai leading sektor pertanian. Untuk jenis tanaman yang akan ditanam, selain padi ada juga cabai merah, bawang merah, tomat, hingga bawang putih.
“Bahkan kita akan minta supaya bisa juga jagung karena itu penting. Apalagi pabrik-pabrik pengolahan pakan ternak di Banten butuh jagung dalam jumlah besar,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten Oong Syahroni mengaku mendukung rencana program food estate yang digagas oleh Pemprov Banten.
Hanya saja dia meminta agar program ini dipikirkan secara matang karena pasti akan menghabiskan banyak anggaran.
Bagi Pemprov Banten yang belum memiliki pengalaman dalam mengelola food estate, maka setiap anggaran yang akan dialokasikan perlu dipikirkan secara cermat agar tidak berakhir sia-sia.
Dia pun mengaku hingga saat ini belum diajak bicara oleh eksekutif untuk membahas program food estate ini.
Baca Juga: Tenaga Pendidik Diimbau Tingkatkan Pendidikan Moral Kepada Anak Didik
“Belum lagi ke depan pendapatan kita juga akan terbagi dengan kabupaten dan kota (karena ada aturan opsen pajak-red). Makanya kita harus matangkan kajiannya, jangan sembarangan. Lakukan kajian oleh para ahli termasuk para akademisi, agar kita tidak salah memploting APBD kita untuk suatu hal yang tidak pasti,” ujarnya. (***)
















