BANTEN RAYA – Target Persita untuk membawa pulang poin dari kandang Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, kemarin gagal. Dua gol bunuh diri Cristian Rontini pada menit 24 dan 68 membuat mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-2.
Dalam laga ini Persita sebenarnya unggul terlebih dulu melalui Esa Sahrul pada menit 18. Madura United kemudian menyamakan kedudukan Francisco Israel menit 21. Madura berbalik unggul ssat Cristian Rontini membuat gol bunuh diri pada menit 24.
Tertinggal tidak membat Persita gentar, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah Ramiro Fergonzi di menit 45.
Pada babak kedua permainan berjalan ketata dan sejumlah peluang yang didapat kedua tim gagal berbuah gol. Bencana terjadi pada menit 68 dimana Persita melakukan gol bunuh diri yang kembali dilakukan Rontini. Ini membuat Madura United unggul 3-2. Persita yang berusaha mencari gol penyeimbang gagal hingga babak kedua berakhir.
Saat ini Persita tetap berada di peringkat 16 klasemen dengan raihan 28 poin dengan 7 kali menang, 7 kali seri dan 13 kali mengalami kekalahan.
Sedangkan posisi Madura United juga berada di peringkat 5 dengan perolehan 45 poin hasil dari 13 kali menang, 6 kali seri dan 9 kali mengalami kekalahan.
Usai laga pelatih Persita Divaldo Alves menuturkan ia kecewa dengan hasil yang didapatkan. Timnya bisa mencetak gol awal namun tim kehilangan fokus di lini belakang yang berakibat kehilangan 3 poin di Madura United.
“Kerja keras pemain bagus bahkan bisa menguasai laga. Lini pertahanan harus terus di evaluasi sebab dalam beberapa laga terakhir hilang fokus,” tegasnya.
Ia mengatakan permainan lebih stabil dan sabar. Bahkan dirinya menilai Persita semakin menunjukkan permainan lebih bagus dibandingkan laga sebelumnya. Bahkan timnya juga memiliki 7 peluang mencetak gol dan berhasil mencetak 2 gol.
Baca Juga: Bersinar Bersama Barito Putera, Bagus Kahfi Layak Masuk Timnas Indonesia U23?
“Terkait gol bunuh diri saya enggan berkometar banyak. Bukan salah Rontini tapi saya menilai ini kekalahan tim. Semua harus diperbaiki sehingga lebih baik lagi,” imbuh Divaldo.
Terkait posisi Persita yang masih berada di zona degradasi, Divaldo enggan patah arang dan menyatakan Persita masih memiliki peluang untuk lolos degradasi di laga tersisa.
“Syaratnya sapu bersih semua kemenangan di laga tersisa. Pemain, pelatih, manajemen harus satu visi dan satu misi untuk lepas jerat degradasi,” tutupnya. (***)



















