BANTENRAYA. COM- Menjelang bulan suci Ramadhan 2024, harga sejumlah sayuran di Pasar Rangkasbitung mengalami kenaikan sejak satu pekan terakhir.
Penyebabnya, karena stok sayuran terbatas tapi permintaan tinggi serta para petani gagal panen karena cuaca ekstrem. Diketahui, sejumlah sayuran yang mengalami kenaikan antara lain, tomat, wortel, cabai, kentang, dan lain lain
Salah satu penjual sayuran, Tatang mengatakan, kenaikan sudah berlangsung sejak 5 Februari 2024.
“Menjelang tahun baru imlek sih baiknya, emang biasanya kalau hari-hari kaya gitu suka naik. Apalagi, sebulan lagi menjelang puasa pasti harga pada naik,” kata dia kepada Bantenraya.com, Senin 12 Februari 2024.
Baca Juga: Pengamat Ekonomi Sebut Industri di Banten Harus Siapkan Tempat Tinggal Untuk Karyawan
Ia mengungkapkan, harga kentang semula Rp 17.000 per kilogram naik menjadi Rp 20.000 per kilogram. Tomat semula Rp 15.000 naik menjadi Rp 25.000 per kilogram, cabai merah semula Rp 50.000 per kilogram naik menjadi Rp 88.000 per kilogram.
Lebih lanjut, harga bawang putih semula Rp 30.000 naik menjadi 35.000 per kilogram, bawang merah semula Rp 25.000 naik menjadi Rp 28.000 per kilogram. Sementara harga cabai rawit hijau bertahan di Rp 41.000 per kilogram dan cabai oranye Rp 54.000 per kilogram.
“Meskipun hari imlek sudah berlalu. Tapi sekarang masih pada naik, diprediksi kenaikan akan terus berlangsung sampai bulan puasa,” ucap Tatang.
Tatang menuturkan, sayuran lainnya yang mengalami kenaikan terjadi pada daun bawang, seledri dan wortel.
Baca Juga: Distribusi Logistik Pemilu di Lebak Penuh Dramatis Seperti Drama Korea Karena Medan Yang Sulit
“Terus daun bawang, seledri, wortel dan yang mengalami kenaikan, naik menjadi Rp 10.000 per kilogram, masing-masing naik Rp 2.000 yah,” tandasnya.
Ditambahkanya, untuk penyebab kenaikan harga karena stok sayuran terbatas mendekati tahun baru Imlek. Sehingga berakibat pada harga yang mahal.
“Karena stok terbatas tapi permintaan tinggi, selain banyak petani juga yang gagal panen karena cuaca esktrem,” pungkas pria yang suka bercanda itu.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Yani menyampaikan, kenaikan harga di Pasar Rangkasbitung fluktuatif. Tetapi diharapkanya harga bisa segera normal.
Baca Juga: Atasi Angka Kemiskinan Tinggi, Pemberdayaan UMKM Jadi Prioritas Kecamatan Cibeber
“Harganya masih rata-rata segitu, semoga harganya segera kembali normal ke harga semula,” singkat Yani.
Dengan demikian, pembeli, Irwan mengaku, sangat keberatan atas kenaikan sejumlah sayuran.
“Jelas, kami rakyat kecil menolak, kalau ada kenaikan, semoga saja harganya bisa kembali normal ya,” terang Irwan. (***)















