BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten memasukkan pengembangan ekonomi biru sebagai salah satu program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD 2025–2029.
Potensi wilayah pesisir dan kekayaan laut yang melimpah dinilai dapat menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah atau PAD serta membuka peluang kerja di sektor maritim.
Ketua Panitia Khusus atau Pansus Raperda RPJMD 2025–2029 DPRD Banten, M. Nizar, mengatakan bahwa, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah atau OPD telah memaparkan rencana strategisnya dalam forum pembahasan RPJMD.
Salah satu arah pembangunan yang muncul adalah penguatan ekonomi biru dengan mengoptimalkan kekayaan laut Banten.
Baca Juga: Pengurus Perkonindo Provinsi Banten Dibekali Sistem Manajemen Anti Penyuapan
“Potensi ekonomi biru kita sangat terbuka, dengan barisan pantai yang melintang dari wilayah selatan hingga utara Banten. Tentu ini bisa kita optimalkan sebagai sumber PAD baru,” kata Nizar kepada wartawan, Minggu, 29 Juni 2025.
Menurut Nizar, ekonomi biru yang dimaksud meliputi sektor perikanan tangkap dan budidaya laut, wisata bahari, transportasi dan logistik laut, industri olahan hasil laut, serta pemanfaatan pelabuhan di Banten sebagai pelabuhan internasional.
“Pengembangan ekonomi biru di Banten menjadi salah satu fokus RPJMD 2025–2029 karena mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan PAD, serta menjaga keseimbangan lingkungan pesisir,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nizar juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi antar-OPD dan pemerintah daerah agar program-program yang dirancang tidak bertabrakan dan tetap realistis sesuai kemampuan anggaran.
Baca Juga: Regenerasi Petani di Banten Mandeg, 80 Persen Usianya di Atas 50 Tahun
“Kami setuju dengan gagasan ide besar ini, tapi program ini harus disusun dan dilaksanakan sesuai dengan kemampuan daerah. Jadi perlu ada sinkronisasi antarlembaga,” tegas politisi yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Banten itu.
Sebagai informasi, selain ekonomi biru, dalam dokumen sementara RPJMD tersebut juga dimuat sejumlah program prioritas lain, seperti sekolah gratis bagi siswa SMA/SMK swasta sederajat, pembangunan jalan poros desa, serta penguatan ketahanan pangan.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya kerja sama lintas perangkat daerah untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif dan mencapai target indikator makro daerah.
“Melalui kerja kolaboratif antar seluruh perangkat daerah, indikator makro pembangunan daerah Provinsi Banten diharapkan semakin meningkat secara berkesinambungan,” kata Andra.
Andra juga menyampaikan, terdapat delapan program prioritas yang menjadi kerangka pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Program tersebut mencakup Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani.
Andra meminta agar seluruh OPD untuk tidak hanya menyusun rencana, tetapi juga meningkatkan kontribusi nyata dalam pencapaian target pembangunan yang telah dirumuskan bersama DPRD.
“Seluruh pejabat dan perangkat daerah dituntut meningkatkan kinerjanya agar sasaran RPJMD 2025–2029 ini bisa benar-benar kita capai,” pungkasnya.***










