Selasa, 17 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Selasa, 17 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Aku Mau Jadi Insinyur

Administrator Oleh: Administrator
28 November 2021 | 12:00
Aku Mau Jadi Insinyur

Dekan Fakultas Teknik Universitas Primagraha H. Babay Suhendri, ST. M.Pd. Dok pribadi

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

 

Oleh : H. Baby Suhendri, ST. M.Pd

ADVERTISEMENT

 

Banyak pihak memprediksi di tahun 2030 Indonesia mengalami bonus demografi. Namun hal tersebut terjadi lebih awal. 

 

Per September 2020 data BPS menunjukkan, jumlah penduduk usia 15-64 tahun mencapai 191 juta jiwa atau 70,72% dari total penduduk Indonesia 270,2 juta. Sementara itu generasi ‘millenials’ mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87 persen, fantastis!. Apa artinya?. 

 

Di satu sisi  bonus demografi menjadi peluang. Seperti di beberapa negara di dunia yang memiliki keterbatasan Sumber Daya  Alam (SDA), mereka justru fokus terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai sebuah keberlimpahan, menjadi ‘komoditas’ yang mampu mengubah perekonomian negara. Menggeser predikat negara berkembang menjadi negara maju.

 

Singapura, Malaysia, Jepang dan Korea Selatan misalnya, menjadikan sumber daya manusia sebagai aset yang sangat berharga atau sebuah investasi besar yang menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan negara. 

 

Pengelolaan sumber daya manusia yang tepat bagi sebuah negara dan sebuah organisasi akan menjadi faktor utama dalam membawa kesuksesan yang maksimal. 

 

Namun bonus demografi tanpa penanganan yang baik justru akan berdampak buruk. Kelangkaan lapangan pekerjaan dan buruknya kualitas pendidikan menjadi ancaman serius terhadap meningkatnya jumlah kemiskinan. 

 

Persoalan yang dihadapi di kemudian hari adalah terjadinya ‘Aging Population’, dimana jumlah penduduk usia lanjut menjadi berlebih.

 

 Ledakan usia tua ini memiliki konsekuensi pada bidang ekonomi, politik, dan sosial. Aging population akan berdampak pada penurunan populasi usia produktif, peningkatan biaya perawatan kesehatan, peningkatan rasio ketergantungan, dan perubahan struktur ekonomi.

 

Peran Fakultas Teknik dalam Pembangunan

Pada akhirnya, negeri ini bertumpu pada kualitas sumber daya manusia.  

 

Oleh karena itu, Perguruan Tinggi sebagai salah satu leading sector pada pengembangan kualitas sumber daya manusia menjadi tumpuan dalam mencetak SDM yang mumpuni. Agar negara ini dapat terus membangun, menciptakan ruang-ruang berkarya bagi anak bangsa. Ironis sekali jika “tukang” saja harus impor.

 

Dalam percepatan pembangunan tentu bidang teknik memiliki peran yang sangat vital. Bidang teknik memiliki peluang yang sangat luas. Mengingat pembangunan infrastruktur tak lagi bergantung kepada pengembangan fisik, namun juga pembangunan non fisik.

 

Artinya, tak hanya bidang yang berorientasi pada pekerjaan konstruksi atau industri namun pekerjaan non fisik atau non konstruksi seperti sistem informasi dan teknologi informasi justru menciptakan peluang-peluang baru menjadi klaster yang lebih detail.

 

Oleh karena itu Fakultas Teknik memiliki peran strategis dalam pembangunan. Menjadi tumpuan dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten, mencetak generasi bangsa yang berjiwa teknokrat, kreator, innovator dan problem solver yang handal.

 

Di tengah era yang serba cepat dan persaingan yang ketat, Fakultas Teknik harus think out of the box. FT jangan lagi terjebak dengan aktivitas akademik yang mainstream. Ini adalah amanah dari kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

 

Dengan prinsip kampus merdeka kurikulum tidak lagi kaku atau terkungkung dengan format administrasi. Kurikulum berpijak terhadap relevansi pada 5 sampai 10 tahun ke depan. Untuk menyiapkan mahasiswa agar bisa  ‘perform’ dan survive di zamannya.

 

Kecanggihan teknologi mendisrupsi banyak bidang. Akibatnya banyak program studi yang menjadi bias. 

 

Beberapa perguruan tinggi bahkan bingung dan nyaris kehilangan arah. Miris sekali. Berpotensi meluluskan sarjana teknik yang ahli sastra. Pandai mendongeng dan imajiner.

 

Kita telah berada di pintu gerbang era society 5.0 dimana teknologi Augmented Reality dan Artificial intelligence banyak digunakan. Teknologi ini akan banyak menggeser peran manusia. Oleh karena itu Fakultas Teknik perlu melakukan adaptasi tanpa henti.

 

Harmonisasi Perguruan Tinggi dan  Industri

Tak dapat dipungkiri perguruan tinggi dan Industri hari ini “seperti air dengan minyak”. Sepertinya sulit sekali menyatu, berkolaborasi. Bahkan ada banyak yang menutup diri.

 

Kenapa banyak Industri membangun balai diklat bahkan perguruan tinggi sendiri?. Apakah lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi tidak dipercaya lagi? 

 

Bahkan sampai pemerintah menyiapkan berbagai program agar perguruan tinggi dan Industri dikawinkan. Biar serumah. Namun masih saja banyak yang LDR (long distance relationship) alias pacaran jarak jauh. Ya sebatas jadian, tapi gak nikah-nikah. Hanya MoU dan MoA namun tak pernah ada implementasi yang konkrit dilakukan. What happened!, Aya naon..?

 

Ke depan, sangat perlu kolaborasi yang intens antar perguruan tinggi dan perguruan tinggi dengan industri. Kolaborasi dilakukan untuk saling menguatkan dan membesarkan kapasitas satu sama lain. Kolaborasi dibangun untuk menjawab tantangan yang lebih besar. Seperti isu perubahan iklim, krisis kesehatan, sumber daya air, ketersediaan pangan, keamanan cyber, rekayasa energi dll.

 

Mengutip pidato Dr. Romli Ardie, Rektor Universitas Primagraha dalam Pelantikan Pejabat Struktural UPG (27/11), “Di era kolaborasi tak perlu ada  lagi hegemoni perguruan tinggi. Atau mengklaim perguruan tinggi yang ‘palugada’ (apa yang lu mau gua ada). Seolah-olah mampu mencetak, meluluskan sarjana yang pintar segalanya. Impossible!”

 

Lebih lanjut Ia menyampaikan, “gagasan W. Chan Kim tentang  ‘Blue Ocean’, Samudra Biru saat ini masih sangat relevan. Perguruan tinggi harus menciptakan kolamnya sendiri, pasarnya sendiri, kompetensinya sendiri, kekhasan nya sendiri. 

 

Tak perlu baku hantam dalam kompetisi di ‘samudra merah’ yang berdarah-darah. Mari kita ‘tahu diri’, kenali potensi kita untuk menjadi energi dan kekuatan baru, menjadi berbeda dari yang lain. Itulah syukur atas karunia Tuhan. Perbedaan sebagai berkah untuk kita”. 

 

Profesi Insinyur tak Populer

Saya teringat pada masa kecil, sering kali ditanya, “apa cita-cita kamu dik?”. Saya jawab lantang, “Aku mau jadi insinyur!”. Begitulah saya jawab dengan polosnya.

 

Insinyur adalah gelar akademik yang diberikan kepada seseorang yang telah menyelesaikan masa studi Sarjana dalam bidang teknik. Namun sejak 1993, Mendikbud Fuad Hassan melalui Keputusan Mendikbud RI No. 36/U/1993 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi menetapkan perubahan gelar lulusan program studi teknik dari Insinyur (Ir) menjadi Sarjana Teknik (ST).

BACAJUGA:

Dosen Universitas Primagraha, Muhamad Wahyudin, M.H., C.DAIMA., C.ACSM., C.NLPTC., C.BMS.

Ramadhan, Perjuangan, dan Kebangkitan Pemuda

13 Maret 2026 | 14:31
Android

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30

 

Hari ini anak-anak lebih kenal profesi youtuber daripada Insinyur. Apakah insinyur hari ini tidak lagi menginspirasi? Apakah sarjana teknik hari ini telah bergeser menjadi konten kreator sehingga kehilangan jati diri..?

 

Tidak populernya profesi ini merupakan sebuah tantangan. Bagaimana menciptakan bidang teknik sebagai jurusan yang menggembirakan. Lebih dari itu, fakultas teknik berfungsi sebagai jembatan bagi lulusannya menjadi generasi masa depan gemilang. 

 

Menjadi pondasi untuk membangun insinyur-insinyur baru. Membangkitkan kembali prestige Insinyur, sebuah simbol kemapanan intelektual, profesional yang berujung pada kemapanan finansial. Agar banyak anak Indonesia terinspirasi dan bercita-cita “Aku mau jadi insinyur”. (BSN)

 

Penulis adalah Dekan Fakultas Teknik Universitas Primagraha

Editor: Administrator
Tags: insinyur
Previous Post

Jadwal Siaran Langsung Final Indonesia Open 2021, Ada Minions, Greysia Polii dan Apriyani Rahayui

Next Post

19 Link Twibbon Hari Menanam Pohon Indonesia, 28 November 2021, Terbaru, Terkeren dan Terpopuler

Related Posts

Dosen Universitas Primagraha, Muhamad Wahyudin, M.H., C.DAIMA., C.ACSM., C.NLPTC., C.BMS.
Opini

Ramadhan, Perjuangan, dan Kebangkitan Pemuda

13 Maret 2026 | 14:31
Android
Opini

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer
Opini

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos
Opini

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam
Opini

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00
konservasi pohon langka
Opini

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
Load More

Popular

  • Agnes Jennifer

    Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buntut Nimbrung di Unggahan Mengarah Pelecehan, Agung Karmalogy Minta Maaf dan Akui Kapok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Serang Budi Rustandi Instruksikan Seluruh OPD Beralih ke Transaksi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Isu Dugaan Praktik Pungli Pencairan Dana Sertifikasi Guru Agama, Kemenag Kota Tangerang: Itu Tidak Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arema FC Vs Malut United FC, Misi Bangkit Singo Edan Pasca Idul Fitri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GRATIS! Link Download Logo Milad ke-62 IMM 2026, Lengkap dengan Filosofinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ika FH Untirta dan Komnas PA Berikan Penyuluhan Hukum Kepada Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjaga Lintasan Kereta Api Dipatok Ular Tanah, Budi Rustandi Langsung Menjenguk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hapus Citra Buruk Komunitas Otomotif, Roadsters Cilegon dan SMR Buka Puasa Bersama Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda