BANTEN RAYA.COM – Liga Nusantara (Linus) Banten sempat terhenti akibat insiden keributan yang sempat viral di berbagai media sosial. Akibatnya, beberapa laga penyisihan yang harusnya digelar kemarin terpaksa dihentikan sementara oleh polisi.
Setelah menggelar rapat antara klub dengan Asosiasi Futsal Provinsi Banten dan manajer tim peserta di kantor KONI Kota Serang, Rabu, 8 Maret kisaran pukul 17.00 WIB, hasil rapat menelurkan manajer ingin ini kembali digelar dan seluruh peserta menjunjung tinggi sportifitas bertanding.
Ketua AFP Banten Edi Irianto mengatakan, membenarkan memang ada insiden yang viral terkait pemukulan saat laga antara Jawara Futsal Cipanas melawan Tangerang United, Selasa 7 Maret, sehingga polisi turun tangan untuk melakukan investigasi. Akibatnya laga penyisihan dihentikan sementara.
Baca Juga: Damkar Lebak Sukses Amankan 25 Sarang Tawon Berbahaya
“Untuk sementara laga ditunda namun berdasarkan informasi nantinya boleh dilanjutkan. Sebelum Linus digelar kami telah mendapatkan izin resmi. Bahkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan turnamen ini tidak boleh ada penonton sesuai aturan Polri terbaru,” jelasnya.
Edi mengatakan, sejauh ini proses untuk laga tersebut digelar kembali sedang diurus dan pihaknya optimistis laga turnamen ini akan digelar kembali. Namun dalam kesempatan ini ia mengingatkan agar setiap tim menjaga sportifitas dan dirinya tidak ingin ada kejadian ini terulang lagi.
“Semua pihak harus menjaga. Sebab saya tidak ingin ada Kejadian ini terulang lagi karena bisa menyebabkan turnamen dihentikan. Kalau seperti ini imbasnya ke semua baik AFP, klub, dan semua pihak,” tegasnya.
Baca Juga: AWAS KENA! Video Virus Virtex WhatsApp Bisa Menyebabkan HP Lemot Hingga Eror, Ini Penampakannya
Sementara itu manajer tim Jawara Futsal Cipanas Dede Nurlaela meminta maaf atas kejadian yang viral di media sosial. Ia mengaku telah bertangungjawab kepada korban pemukulan. Pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan internal agar peristiwa ini tidak terulang lagi.
“Kami mohon maaf atas kejadian ini. Bagaimanapun semua adalah saudara dan turnamen ini untuk kemajuan futsal Banten. Kami telah bertangung jawab,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini ia berharap agar kepemimpinan wasit juga dibenahi agar tidak terjadi kesalahan komunikasi yang berakibat fatal dan membuat kondisi tak terduga akibat emosi.
“Kami juga berharap panitia agar lebih selektif menegakkan aturan ke semua tim agar tercipta suasana yang kondusif dan laga berjalan lancar,” tutup dia. (hendra)



















