BANTENRAYA.COM – Provinsi Banten merupakan daerah yang memiliki beragam keunikan.
Tak hanya memiliki kekayaan alam yang indah dan daerah strategis, Provinsi Banten juga memiliki pemetaan wilayah sosial yang berbeda dengan daerah lainnya.
Salah satu masalah sosial yang muncul di Provinsi Banten adalah perceraian di kalangan masyarakat.
Baca Juga: 10 Ucapan Hari Valentine Day 2023 yang Romantis dan Penuh Cinta Cocok untuk Pacar dan Gebetan
Kasus perceraian di kalangan masyarakat Banten terus meningkat seiring dengan perkembangan sosial masyarakat.
Penyebab perceraian beragam mulai dari murtad, sering bertengkar, masalah, ekonomi, hingga berzina.
Simak terus artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai angka perceraian di Provinsi Banten.
Baca Juga: Tafsir Mimpi Tentang Babi dalam Islam, ada Simbol Kaum Nasrani, Bacanya Jangan Kaget ya!
Dalam setiap agama, perceraian sesuatu yang dibenci bahkan dilarang.
Berikut ini data perceraian di setiap daerah di Banten tahun 2021.
Untuk kasus cerai talak atau perceraian yang dilakukan suami terbanyak terjadi di Kabupaten Tangerang mencapai 1.413 kasus.
Baca Juga: 10 Pantun Romantis untuk Pasangan di Hari Valentine 2023, Dijamin bisa bikin Baper dan Salting
Kemudian disusul oleh Kota Tangerang sebanyak 708 kasus, Kota Serang 580 kasus, Pandeglang 238 kasus, Lebak 224 kasus, dan CIlegon 160 kasus.
Adapun kasus cerai gugat atau yang diajukan oleh istri
juga didominasi oleh wilayah Kabupaten Tangerang yang mencapai 4.689 kasus, disusul Kota Serang 2.540 kasus, dan Kota Tangerang 2.263 kasus.
Selain itu Pandeglang 1.282 kasus, Lebak 997 kasus, dan Cilegon 574 kasus.
Total kasus perceraian di Provinsi Banten mencapai 15.668 kasus.
Penyebab perceraian terbanyak antara lain karena cekcok terus menerus dengan jumlah kasus sebanyak 10.058 kasus.
Kemudian disusul kekerasan dalam rumah tangga 361 kasus.
Penyebab lainnya ada poligami, cacat badan, murtad, mabuk, zina, faktor ekonomi, dan sebagainya.
Mayoritas usia pasangan yang bercerai di usia 28-38 tahun artinya masih dalam usia muda dan produktif. ***



















