BANTENRAYA.COM – Insiden pembakaran seorang ibu di Kota Sorang bermulai dari teriakan penculik anak oleh warga.
Terikan tersebut mengundang para masa disekitaran kejadian, kala itu masa mengira benar-benar terjadi penculikan anak.
Dengan kondisi panik sang ibu pasrah, masa semakin lama semakin banyak dan terjadi pemukulan hingga penyiraman bensin seluruh tubuh.
Baca Juga: Lama Daftar Tunggu Haji di Kota Cilegon, 5 Kali Ganti Walikota Baru Berangkat
Tidak hanya itu kemudian masa melepas pakaian korban yang telah disirami bensin, kemudian korek api dinyalakan hingga terjadi pembakaran hidup-hidup.
Namun naas korban terguling-guling akibat panasnya api, beberapa warga yang ada di sekitar kejadian sempat menolong korban, dengan menyiram air untuk memadamkan api yang sedang menyala di tubuh korban.
Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Sele Be Solu, untuk mendapatkan pertolongan dengan luka bakar seluruh tubuh sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber, kejadian tersebut juga ternyata telah direkam oleh warga setempat yang terkesima hingga disebar berbagai media sosial.
Sementara disis lain menurut Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Polisi Adam Erwindi membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaska jika Wanita itu dikeroyok, lalu pakaiannya dilepas dan dibakar warga yang bermukim di kompleks Kokoda, Km. 8 Lorong 2 Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa 24 Januri 2023 pagi sekitar pukul 06.40 WIT.
Baca Juga: 2023 Baru 3 Pekan, Jumlah Pasangan Tak Harmonis di Kota Cilegon Sudah Bertambah Hampir 100
“Benar. Info awal setelah saya konfirmasi ke Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Happy Perdana Yudianto,S.I.K.,M.H bahwa tadi pagi telah terjadi pengeroyokan dan pembakaran terhadap seorang wanita,” kata Adam
Saat itu massa membakar wanita yang dibakar itu karena warga menganggap wanita itu hendak menculik anak.
“Saat kejadian, korban sempat diamankan Bhabinkamtibmas setempat. Tapi massa cukup banyak. Salah satu diantara mereka menyiram bensin dan membakar korban,” ungkapnya.
Polisi, saat ini masih melakukan penyelidikan terkait dugaan warga terhadap korban tersebut.
“Masih didalami anggota, belum ada dari warga yang diamankan atas insiden itu. Tapi tetap akan diproses mereka yang main hakim sendiri,” tuturnya.***


















