BANTENRAYA.COM – Kata ogah menjadi hal yang sangat familiar di masyarakat Indonesia.
Kata Ogah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI merupakan kata slang atau gaul yang sering di pakai masyarakat secara umum.
Kata Ogah juga merupakan bahasa yang kesehatian non formal yang sering sekalai terucap untuk menggambarkan ketidak inginan seseorang atau keengganan.
Disisi lain kata Ogah juga menjadi penggambaran profesi non formal masyarakat yang mengatur jalanan.
Biasanya disetiap persimpangan atau putaran balik jalan maka disana orang yang mengatur tersebut biasa di namai Pak Ogah.
Baca Juga: Profil Abdul Hamid Pengisi Suara Pak Ogah ‘Si Unyil’ yang Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun
Kata Pak Ogah pengatur lalu lintas tersebut digambarkan dengan sosok karakter Film anak – anak Si Unyil yang muncul pertama kalai oada 1981 di Televisi Nasional TVRI.
Baru pada tahun 2.000 hadir dan diputar ulang Televisi Swasta RCTI.
Penyematan nama Pak Ogah tersebut karena dalam karakter Si Unyil, Pak Ogah merupakan orang yang selalu meminta kepada Pak Raden jika diperintah meminta imbalan uang Rp100 ribu atau biasa dilafalkan Cepek Dulu Dong.
Itu juga sering dilakukan Pak Ogah jika mendapatkan perintah dari orang lain.
Biasanya Pak Ogah dalam karakter Si Unyil tersebut orang yang sering beraktivitas di Pos Ronda dan mendapatkan perintah dari orang lain untuk dimintai tolong.
Namun, karakter tersebut menggambarkan karakter pamalas, jika tidak diberika uang Cepek maka tidak akan dilaksanakan.
Hal itu yang akhirnya menjadi penggambaran Pak Ogah pengatur lalulintas yang sekadar mencaru uang receh di jalanan.
Baca Juga: Jadwal Acara Trans 7 Hari Ini 29 Desember 2022, Movievaganza Spesial Horor yang Siap Meneror Anda
Penggambaran itu juga sesuai dengan KBBI yang menerangkan kata Ogah adalah kengganan atau malas jika diajak atau diperintah.
Kata Ogah sendiri menjadi kata slang atau musiman yang biasanya dipakai sebagai bahasa gaul dalam kondisi sosial masyarakat umum.
Saat ini, pemeran Pak Ogah dalam karakter Si Unyil, yakni Abdul Hamid telah tutup usia.
Ia terbaring sakit sudah selama satu tahun lamanya karena mengalami stok atau penyumbatan otak.
Selain Unyil dan Pak Raden, karakter Pak Ogah sangat kuat dalam film pertunjukan boneka.
Kelucuan dan kepolosan pak Ogah menggambarkan sebagian masyarakat di Indonesia pada umumnya. ***


















