BANTENRAYA.COM – Sejumlah pemilik penggilingan padi di Kabupaten Serang berhenti beroperasi karena kesulitan mendapatkan gabah.
Pasalnya, pembelian gabah dikuasai oleh PT Wilmar Group dengan harga yang cukup tinggi atau di atas harga pasar dibanding dari para pemilik penggilingan padi.
Sekretaris Komunitas Penggilingan Padi dan Beras Mandiri (KPPBM) Anis Fuad mengatakan, saat ini para pemilik penggilingan padi kesulitan mendapatkan gabah karena petani lebih memilih menjual ke PT Wilmar.
Baca Juga: KIB Sulit Usuang Ganjar, Golkar Kompak Dukung Airlangga hingga Megawati Sering Acuhkan Survei
“Sekarang informasinya Wilmar membeli Rp6.000 per kilogram, kalau penggilingan paling diangka Rp5.500 per kilogram,” ujar Anis, Selasa 27 Desember 2022.
Ia menjelaskan, para pemilik penggilingan padi di Kabupaten Serang tidak berani membeli gabah dengan harga yang tinggi seperti yang dilakukan PT Wilmar Group.
Pasanya, untuk harga pasar mereka berkiblat pemilik penggilingan adalah pasar.
Baca Juga: Rencana Kenaikan Tarif Tol Tangerang Merak Naik Diprotes Pengguna: Ini Tarif Paling Mahal
“Kalau harga pasar naik kita naik, kalau harga pasar turun kita turun, tapi kalau Wilmar harganya flat,” katanya.
Ia mengungkapkan, pembelian gabah oleh PT Wilmar Group kepada petani sudah berlangsung dua musim sehingga pasokan padi yang biasa dikirim ke penggilingan disedot semua oleh PT Wilmar Group.
“Saya juga sudah sebulan ini off, enggak kekejar harganya, yang lain sudah off lebih dari tiga bulan. Hampir 80 persen penggilingan yang off,” tuturnya.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, BMKG Ingatkan Potensi Badai Dahsyat di Jabodetabek
Ia menutrukan, PT Wilmar Group tidak ada batasan dalam menerima gabah dari petani karena miliki dryer atau pengering padi kapasitas 400 ton sampai 1.000 ton per hari.
“Kalau kapasitas penggilingan kita kan rata-rata 5 sampai 10 ton per hari. Jumlah penggilingan se Kabupaten Serang 300 lebih,” tuturnya.
“Harapan kita Wilmar tidak membeli gabah tapi beli berasnya saja,” paparnya.
Baca Juga: PERINGATAN! 28 Desember Bakal Terjadi Hujan Ekstrem dan Badai Dahsyat di Jabodetabek
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, pembelian gabah oleh PT Wilmar Group di satu sisi menguntungkan petani penggarap.
Pasalnya, bisa menjual gabah dengan harga tinggi namun di sisi lain menjadi permasalah bagi pemilik penggilingan padi.
“Teman-teman penggilingan kesulitan mendapatkan gabah, mereka sebenarnya bisa memperoleh gabah tapi tapi keuntungannya berkurang,” tuturnya.
“Harga pembelian Wilmar sudah di atas Rp5.700 per kilogram dan pembeliannya per hari 200 sampai 400 ton,” ujarnya. ***



















