BANTENRAYA.COM – Pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak terancam ditutup kembali.
Penghentian sementara operasional kapal di Pelabuhan Merak dilakukan jika cuaca ekstrem kembali terjadi di Perairan Selat Sunda.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat atau BPTD Wilayah VIII Banten Handjar Dwi Antoro mengatakan, pada pelayanan arus mudik Natal dan Tahun Baru kali ini di Pelabuhan Merak dioperasikan kapal-kapal besar saat jam puncak.
Baca Juga: MENYENTUH HATI! Teks Doa Menyambut Tahun Baru 2023, Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Kapal yang dioperasikan yang bisa memuat lebih dari 150 unit kendaraan pribadi saat penyeberangan padat.
Penjualan tiket online saat ini juga dilakukan di luar area Pelabuhan Merak untuk menghindari kepadatan di dalam Pelabuhan Merak.
“Kami juga menyiapkan dermaga alternatif di Ciwandan (Pelabuhan Pelindo Regional 2 Banten), Dermaga dari Ciwandan ke Lampung (Bandar Lampung),” katanya kepada awak media di Pelabuhan Merak, Selasa, 27 Desember 2022.
Menurut Handjar, cuaca ekstrem saat ini membayangi Perairan Selat Sunda.
Jika kondisi cuaca ekstrem terjadi seperti saat Kamis, 22 Desember 2022 lalu, bukan tak mungkin operasional Pelabuhan dihentikan sementara.
“Berdasarkan data BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), cuaca maritim Selat Sunda butuh kewaspadaan,” tuturnya.
Baca Juga: Resep Bumbu Bakaran untuk Tahun Baru dari Seafood sampai Sosis yang Lezat dan Maknyus
“Saat ini tinggi gelombang 1 sampai 1,5 meter, kecepatan angin 10 sampai 20 knot, ini kondisi sedang,” katanya.
“Jika gelombang atau angin meningkat, dilakukan penundaan (Penghentian operasional sementara),” kata Handjar.
Ia menjelaskan, pada 22 Desember 2022 lalu, operasional penyeberangan sempat dihentikn sekitar 5 jam dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.
Baca Juga: Viral Kasus Menantu Selingkuh dengan Ibu Mertua Ternyata Terjadi di Serang, Digerebek Saat Enak-enak
Penghentian sementara operasional kapal dilakukan lantaran tinggi gelombang 2,5 meter sampai 3 meter dan kecepatan angin 20 sampai 25 knot.
“Ini berisiko terhadap pelayaran,” katanya.
Handjar mengimbau ke para pemudik agar selalu melakukan update cuaca di portal media sosial milik BMKG sebelum melakukan perjalanan.
Baca Juga: Instagram Rabbani Digruduk Netizen Usai Unggahan Iklannya Yang Kontroversial
“Kami imbau para pemudik agar bersikap bijak ketika ada cuaca buruk,” pintanya.
Sebelumnya, BMKG merilis peringatan dini cuaca selama Desember 2022.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin selama periode Natal dan Tahun Baru 2023.
Baca Juga: BANYAK DICARI! Link Video Syur Mirip Rezky Aditya yang Viral di Twitter
Peringatan dini cuaca ini dapat menjadi perhatian semua pihak untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Seluruh wilayah berpotensi diterjang hujan. ***



















