BANTENRAYA.COM – Tempat wisata yang ada di Provinsi Banten khususnya yang ada di sepanjang Pantai Anyer dilarang untuk cekik pengunjung dengan harga yang tidak masuk akal.
Imbauan agar tempat wisata yang memberi harga tak masuk akal disampaikan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten untuk para pengelola tempat wisata yang ada di Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Al Hamidi mengatakan, dia mengimbau kepada para pengelola tempat wisata yang ada di Provinsi Banten, khususnya yang ada di Anyer, Kabupaten Serang.
Ia meminta pengelola tempat wisata untuk tidak mencekik pengunjung dengan harga yang melambung tinggi.
Imbauan ini terutama diberlakukan untuk liburan akhir tahun atau libur ketika peringatan Natal dan tahun baru nanti.
“Kita akan tindak yang nakal yang menerapkan tiket masuk dan harga makan yang mahal,” kata Alhamidi, Minggu, 11 Desember 2022.
Baca Juga: Selama Tahun 2022, 5 Bayi Dibuang Ibu Kandungnya di Kabupaten Serang
Al Hamidi mengatakan, praktik mencekik pengunjung dengan menerapkan harga yang tidak masuk akal pada akhirnya akan merugikan pengelola tempat wisata itu sendiri untuk jangka panjang.
Sebab nantinya pengunjung tidak akan mau lagi datang ke tempat wisata tersebut di masa yang akan datang.
Dia mengatakan, bila ada tempat pengunjung yang menerapkan harga yang melambung tinggi maka bisa mengadukannya kepada petugas kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi wisata.
Baca Juga: 7 Pemain Preman Pensiun yang Ternyata Preman Sungguhan, Ada yang Anaknya Sendiri Sampai Ketakutan
Dinas Pariwisata Provinsi Banten sudah berkoordinasi dan bekerjasama dengan kepolisian untuk mengamankan lokasi wisata terutama untuk liburan Natal dan tahun baru.
Pada libur Nataru ini dia menargetkan kunjungan wisatawan akan bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dia bahkan menyebut tahun ini adalah sebagai tahun kebangkitan pariwisata terutama yang ada di Provinsi Banten.
Baca Juga: Calon PPK di Lebak yang Belum Tes Wawancara Simak, Ini Kisi-kisi Pertanyaan yang Dominan Muncul
Ia juga mengatakan, Dinas Pariwisata Provinsi Banten juga saat ini sedang mengujicobakan tiket terpadu di beberapa lokasi wisata yang ada di Provinsi Banten.
Dengan tingkat ini maka pengunjung tidak perlu lagi membayar fasilitas apa pun selama berada di dalam lokasi wisata tersebut.
Cara ini menurutnya akan dapat mampu untuk menghindari adanya praktik nakal dari pengelola tempat wisata kepada pengunjung, terutama pengunjung dari jauh.
Baca Juga: Bertemu saat Terobos Daerah Pelosok, Baim Wong Bangunkan Rumah Keluarga yang Tinggal di Tengah Hutan
Alhamidi juga mengatakan, karena saat ini cuaca memasuki musim penghujan dan hujan kerap turun dengan waktu yang tidak bisa diprediksi dia mengimbau agar pengunjung hati-hati dengan perubahan cuaca tersebut.
Persiapkan segala kebutuhan yang diperlukan, terutama ketika turun hujan.
Selain itu juga telah menandatangani SK penugasan untuk 200 personel Balawista untuk berjaga-jaga di tempat wisata terutama tempat wisata pantai Anyer.
Para personel Balawista ini akan ikut menjaga para pengunjung Untuk menghindari adanya kecelakaan bahkan korban jiwa di lokasi wisata seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Banten Ali Nurdin mengatakan, dia mengimbau kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk memperbaiki sejumlah akses jalan menuju tempat wisata yang masih rusak dan minim penerangan jalan umum.
Sebab kerusakan jalan dan kondisi jalan yang gelap bisa membahayakan pengguna jalan ketika melintasi jalan tersebut.
Baca Juga: Link Download Minecraft Pocket Edition 1.19.50 Terbaru dari Mojang Studios, Bukan Mod Apk Gratis
Dia juga meminta kepada dinas terkait untuk menghentikan sementara kendaraan berat ketika libur Nataru terutama akses jalan menuju tempat wisata.
Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kecelakaan antara wisatawan dengan kendaraan berat. ***

















