BANTENRAYA.COM – Tragedi kebocoran data pada awal bulan September cukup menggegerkan masyarakat Indonesia lantaran data yang dibocorkan oleh Bjorka merupakan data penting milik negara.
Bjorka seakan hilang dari muka bumi setelah adanya warga Indonesia yang tertangkap polisi lantaran menjual chennel Telegramnya pada sang hacker.
Namun kabar terbarunnya sang Hacker Bjorka itu menunda kebocoran data selanjutnya demi tak mengalihkan isu besar yang terjadi sekarang.
Baca Juga: 40 Playlist Lagu Pamungkas dengan Aksi Panggung yang Kontroversial, Enak Didengar Kapanpun
“When September ends, I should have leaked something pretty big. but because there so many issues in Indonesia, i chose to disappear for a while,” ujarnya, di kanal Telegram Bjorkanism.
“”Ketika September berakhir, saya seharusnya membocorkan sesuatu yang cukup besar. Tapi karena begitu banyak masalah di Indonesia, saya memilih untuk menghilang untuk sementara waktu,” ujarnya.
Ia juga yakin jika kebocoran yang dilakukan akhir bulan September itu terjadi maka isu-isu besar di Indonesia kembali tertutup olehnya.
Baca Juga: Google Translate Bahasa China Tak Bisa Diakses, Apa Penyebabnya?
“because if i do it again, i’m afraid other important issues will be drowned out by the presence of me like what happened before,” lanjutnya.
(Jika saya melakukannya lagi, saya risau masalah-masalah penting lainnya akan tenggelam oleh kehadiran saya seperti yang pernah terjadi dulu)
Sebelumnya, pembocor data yang mengklaim sebagai gadis Polandia ini sempat dituding mengalihkan isu pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.
Baca Juga: Spoiler Bad Prosecutor Episode 3 Beserta Link Nonton Sub Indo, Bukan Bilibili, Dramaqu atau Rebahin
“see u again with something big for sure,” tandas Bjorka. (Sampai jumpa lagi dengan sesuatu yang besar tentunya, red).
Bjorka sendiri sempat merilis serial bocoran data mulai dari data pelanggan IndiHome, Tokopedia, data registrasi SIM card, daftar surat yang masuk ke Presiden Jokowi, hingga melakukan doxing terhadap para pejabat.
Pemerintah RI sempat membentuk tim respons darurat yang terdiri dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cyber Crime Bareskrim Polri, Kominfo, hingga Badan Intelijen Negara (BIN).
Baca Juga: Mesti Diketahui Ibu Hamil Miskin, Biaya Persalinan Dijamin Pemerintah
“if u guys asking for my telegram, both channel and private group has been shutting down by the telegram because they receive request from indonesian gov to do that. yea durov full of bullsh**. but i just made a new private group, yea on telegram again,” ucap Bjorka, lewat situs gelap BreachForums.
Pada periode akhir September hingga pekan pertama Oktober sejumlah isu penting mengemuka, terutama dugaan pembunuhan suporter bola Aremania di dalam Stadion Kanjuruhan oleh aparat.***



















