Minggu, 1 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Minggu, 1 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Profil 7 Pahlawan Revolusi G30S PKI yang Dianggap Sebagai Pengkhianat dan Detik-detik Kematiannya

Sandra Sania Oleh: Sandra Sania
28 September 2022 | 11:54
Profil 7 Pahlawan Revolusi G30S PKI yang Dianggap Sebagai Pengkhianat dan Detik-detik Kematiannya

Profil pahlawan revolusi G30S PKI Instagram @poltekssn

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Simak profil 7 pahlawan revolusi G30S PKI yang dianggap sebagai pengkhianat oleh para komunis.

Selain itu, diberikan informasi mengenai 7 pahlawan G30S PKI tersebut dibunuh dengan cara seperti apa akan dibahas pada artikel ini.

Peristiwa bersejarah yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia ialah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau dikenal G30S PKI.

Baca Juga: 20 Kode Promo Gojek GoFood, GoRide, GoCar dan GoShop, 28 September 2022,Diskon Hingga 50 Ribu

Peristiwa G30S PKI dikenal juga sebagai tragedi pembunuhan 7 pahlawan revolusi Indonesia oleh para komunis.

Ketujuh pahlawan tersebut dibunuh secara tragis oleh para komunis di pergantian malam 30 September ke 1 Oktober 1965.

Pahlawan yang menjadi korban G30S PKI terdiri dari enam jenderal serta satu perwira pertama TNI AD.

Baca Juga: Nama Anak Ketiga Zaskia Gotik

Diantaranya adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Brigjen Sutoyo, dan Lettu Pierre A Tendean.

BACAJUGA:

Aktivitas kendaraan masyarakat yang tinggi menjelang buka puasa di Pasar Lama Kota Serang. (Dok/MSK)

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Berburu Takjil Supaya Tetap Aman di Jalan

1 Maret 2026 | 13:46
Tiga pemain Dewa United Banten FC berlatih jelang lawan Bhayangkara FC di pekan ke-24 BRI Super League 2025-2026. (Instagram @dewaunitedfc)

Dewa United Vs Bhayangkara FC, Sama-sama Lagi On Fire

1 Maret 2026 | 13:06
Ilustrasi bukber Ramadhan 2026, ajak orang terdekat untuk ikut dengan mengirimkan teks undangan. (Instagram/@dewoodscoffee)

3 Contoh Undangan Bukber Ramadan 2026 Simpel Pakai Bahasa Formal hingga Tongkrongan

1 Maret 2026 | 13:00
Ilustrasi buka puasa Ramadan. (freepik/freepik)

Lebih Bugar Selama Ramadan, Yuk Jalankan Tips Atur Pola Hidup Sehat Mudah Ini

1 Maret 2026 | 11:15

Mereka dituduh akan melakukan kudeta kepada Presiden saat itu, yakni Soekarno melalui Dewan Jenderal.

Ketujuh korban penculikan, penganiayaan, dan pembunuhan itu ditemukan di sumur Lubang Buaya di Jakarta Timur. Semuanya diberi gelar sebagai Pahlawan Revolusi.

Untuk mengenang jasanya, simak profil ketujuh pahlawan revolusi G30S PKI berikut ini.

Baca Juga: Sinopsis Film Pengkhianatan G30S PKI yang Tayang Hari ini di Trans 7: Tragedi Kekejaman Partai Komunis

Profil tujuh korban G30S PKI

Dilansir Bantenraya.com dari laman Kemendikbud pada Minggu 25 September 2022, berikut profil ketujuh perwira yang menjadi korban dalam peristiwa G30S PKI.

1. Jenderal Ahmad Yani

Ahmad Yani adalah seorang petinggi TNI AD di masa Orde Lama. Ia lahir di Jenar, Purworejo pada 19 Juni 1922.

Semasa muda, Ahmad Yani mengikuti pendidikan Heiho di Magelang dan Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor.

Baca Juga: Sinopsis Preman Pensiun 6 Episode 28: Ujang Salam Olahraga dengan Anak Jalanan!

Setelah itu, kariernya berkutat di militer.
Ia turut ikut dalam pemberantasan PKI Madiun 1948, Agresi Militer Belanda II, dan juga penumpasan DI/TII di Jawa Tengah.

Pada 1958, Ahmad Yani diangkat sebagai Komandan Komando Operasi 17 Agustus di Padang Sumatera Barat untuk menumpas pemberontakan PRRI.

Kemudian, pada 1962 ia diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Baca Juga: Meroket! Rangking FIFA Timnas Indonesia Usai Permalukan Curacao 2 kali di Laga Persahabatan

Saat kejadian, para PKI datang ke kediaman Ahmad Yani dengan senjata lengkap. Saat itu dipimpin oleh Bungkus.

Saat dimintai untuk ikut bersama mereka Yani pun meminta waktu untuk mandi dan berganti pakaian.

Bungkus dan rekan-rekannya menolak permintaan itu dan marah. Yani menampar salah satu prajurit dan mencoba menutup pintu rumahnya.

Baca Juga: Drakor If You Wish Upon Me Episode 15 Sub Indo, Berikut Link Nonton dan Spoilernya

Salah satu prajurit melepaskan tembakan, dan mengenai Yani hingga membunuhnya.

2. Mayjen R Soeprapto

Soeprapto lahir di Purwokerto pada 20 Juni 1920.

Ia pernah mengikuti pendidikan di Akademi Militer Kerajaan Bandung, namun harus terhenti karena pendaratan Jepang di Indonesia.

Dia kemudian masuk ke Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Purwokerto setelah beberapa kali ikut merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap pada awal kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Link Nonton Drakor Love in Contract Episode 3 Sub Indo, Bukan di Dramaqu, LK21 dan Telegram

Pasukan penculik mendatangi rumahnya dengan mengaku sebagai Cakrabirawa yang hendak membawanya bertemu presiden Soekarno.

Tanpa rasa curiga, Soeprapto menuruti perintah rombongan tersebut dan tidak menyadari bahwa dia sebenarnya dibawa ke Lubang Buaya untuk disiksa dan dibunuh.

3. Mayjen MT Haryono

Mas Tirtodarmo Haryono atau yang lebih dikenal dengan MT Haryono lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 20 Januari 1924.

Sebelum terjun ke dunia militer, MT Haryono pernah mengikuti Ika Dai Gaku (sekolah kedokteran) di Jakarta pada masa pendudukan Jepang.

Dia kemudian bergabung bersama TKR dengan pangkat mayor.

Baca Juga: Film Penumpasan G30S PKI Tayang di Trans7 Hari Ini 28 September 2022, Cek Jamnya

MT Haryono sempat menjabat sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia.

Ia kemudian menjadi Atase Militer RI untuk Negeri Belanda (1950) dan sebagai Direktur Intendans dan Deputy Ill Menteri/Panglima Angkatan Darat (1964).

4. Mayjen S Parman

S Parman atau Siswondo Parman adalah salah satu petinggi TNI AD di masa Orde Lama.

Ia lahir di Wonosobo, Jawa Tengah, pada 4 Agustus 1918.

S Parman pernah dikirim ke Jepang untuk memperdalam ilmu intelijen pada Kenpei Kasya Butai.

Baca Juga: Lama Menjanda, Nafa Urbach Ngaku Selama Merasa Kesepian Tapi….

Setelah Proklamasi, dia mengabdi kepada Indonesia untuk memperkuat militer Tanah Air.

Berbeda dengan para jenderal sebelumnya, penculikan di rumah Parman berjalan sangat lancar karena tidak ada perlawanan yang dilakukan oleh perwira tersebut.

5. Brigjen DI Panjaitan

Donald Ignatius Panjaitan atau DI Panjaitan lahir pada 9 Juni 1925 di Balige, Tapanuli.

Dia pernah mengikuti pendidikan militer Gyugun pada masa pendudukan Jepang di tanah air.

Setelah Indonesia merdeka, DI Panjaitan ikut membentuk TKR. Ia pun memiliki karier yang cemerlang di bidang militer.

Baca Juga: Hubungannya Renggang dengan Herry IP, Berikut Daftar Prestasi Kevin Sanjaya

Menjelang akhir hayatnya, DI Panjaitan diangkat sebagai Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat dan mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat.

Awalnya Jenderal DI Pandjaitan pun turut dibawa dalam keadaan hidup secara sukarela, tetapi PKI melontarkan tembakan saat dia berdoa di halaman rumahnya.

6. Brigjen Sutoyo

Sutoyo Siswomiharjo lahir pada 28 Agustus 1922 di Kebumen, Jawa Tengah.

Pada masa pendudukan Jepang ia mendapat pendidikan pada Balai Pendidikan Pegawai Tinggi di Jakarta.

Kemudian menjadi pegawai negeri pada Kantor Kabupaten di Purworejo.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Sutoyo memasuki TKR bagian Kepolisian dan menjadi anggota Korps Polisi Militer.

Baca Juga: Film Penumpasan G30S PKI Tayang di Trans7 Hari Ini 28 September 2022, Cek Jamnya

Ia diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Subroto dan kemudian menjadi Kepala Bagian Organisasi Resimen II Polisi Tentara di Purworejo.

Pada 1961, Sutoyo dipercaya menjadi Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat.

Berdalih ditugasi untuk membawa Sutoyo bertemu Soekarno, sang jenderal akhirnya diangkut ke truk dengan keadaan tangan terikat dan mata tertutup.

Sang jenderal kemudian ditembak di sebuah rumah dekat Lubang Buaya pada sekira pukul 7.00 WIB.

7. Lettu Pierre A Tendean

Piere Tendean lahir di Jakarta, 21 Februari 1939. Dia merupakan lulusan pendidikan Akademi Militer Jurusan Teknik pada 1962.

Piere Tendean pernah menjabat sebagai Komandan Peleton Batalyon Zeni Tempur 2 Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan di Medan.

Baca Juga: Lama Menjanda, Nafa Urbach Ngaku Selama Merasa Kesepian Tapi….

Pada April 1965, perwira muda ini diangkat sebagai ajudan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution.

Ketika bertugas, Pierre Tendean tertangkap oleh kelompok G30S. Dia mengaku sebagai AH Nasution sehingga ikut tewas dalam pemberontakan G30S/PKI.

Demikian profil 7 pahlawan revolusi G30S PKI yang dianggap sebagai pengkhianat oleh para komunis dan detik-detik kematiannya.***

Editor: Administrator
Tags: G30Spahlawan revolusi
Previous Post

Pemkot Cilegon Kerjasama dengan Badan Independen Pemerintahan Amerika Serikat, Bakal Bahas 3 Isu Strategis Soa

Next Post

16 Kode Promo Grab, GrabBike, GrabCar, Grab Food Dan GrabExpress Terbaru: Diskon 150 Persen Dan Gratis Ongkir

Related Posts

Aktivitas kendaraan masyarakat yang tinggi menjelang buka puasa di Pasar Lama Kota Serang. (Dok/MSK)
Nasional

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Berburu Takjil Supaya Tetap Aman di Jalan

1 Maret 2026 | 13:46
Tiga pemain Dewa United Banten FC berlatih jelang lawan Bhayangkara FC di pekan ke-24 BRI Super League 2025-2026. (Instagram @dewaunitedfc)
Nasional

Dewa United Vs Bhayangkara FC, Sama-sama Lagi On Fire

1 Maret 2026 | 13:06
Ilustrasi bukber Ramadhan 2026, ajak orang terdekat untuk ikut dengan mengirimkan teks undangan. (Instagram/@dewoodscoffee)
Nasional

3 Contoh Undangan Bukber Ramadan 2026 Simpel Pakai Bahasa Formal hingga Tongkrongan

1 Maret 2026 | 13:00
Ilustrasi buka puasa Ramadan. (freepik/freepik)
Nasional

Lebih Bugar Selama Ramadan, Yuk Jalankan Tips Atur Pola Hidup Sehat Mudah Ini

1 Maret 2026 | 11:15
Potret Kereta Api Ekonomi Kerakyatan yang akan segera beroperasi. (Instagram @keretaapikita)
Nasional

Kereta Ekonomi Kerakyatan Beroperasi Mulai 11 Maret, Cek Rute dan Harga Tiketnya

1 Maret 2026 | 11:02
Ilustrasi ibu hamil dan hukum puasa selama Ramadan. (Freepik/valeria_aksakova)
Nasional

Bagaimana Hukum Puasa Ramadan Bagi Ibu Hamil? Simak Penjelasan Lengkapnya

1 Maret 2026 | 09:58
Load More

Popular

  • Seremonial purna tugas Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid Jumat (27/2/2026) dihadiri Gubernur Banten Andra Soni. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)

    Pensiunnya Kepala Distan Banten Agus Tauchid Jadi Momentum Evaluasi Ketahanan Pangan Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi Rustandi Tegaskan Pemkot Serang Tidak Zalim, Gaji Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Telah Dibayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitra Strategis Pemerintah, Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Serang Periode 2026-2031 Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dindikbud Banten Gelar Forum Renja OPD 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isi Ramadan, DKM Musala Nurul Yakin Bojonegara Gelar Pelatihan Hisab Rukyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yandri Susanto Minta PAN Kota Cilegon Menangi Pileg 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tok! Ini Daftar Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Serang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Teknisi PT MSK Honda Banten saat memberikan layanan perbankan kepada unit kendaraan sepeda motor milik konsumen di bengkel AHASS Sempu, Kota Serang. (Dokumentasi Honda Banten)

Berkah di Bengkel AHASS 2026, Temani Ramadan dan Persiapan Mudik Lebaran

1 Maret 2026 | 14:00
Aktivitas kendaraan masyarakat yang tinggi menjelang buka puasa di Pasar Lama Kota Serang. (Dok/MSK)

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Berburu Takjil Supaya Tetap Aman di Jalan

1 Maret 2026 | 13:46
Perwakilan Manajemen Seion Serang dan warga membuka kegiatan Bazar Ramadan yang melibatkan para pelaku usaha masyarakat sekitar perumahan, di Jalan Raya Kelapa Dua, Kota Serang, Minggu 1 Maret 2026. (Raden/Banten Raya)

Seion Serang Hidupkan Masjid dengan Ragam Giat Ramadan Bersama Pelaku UMKM

1 Maret 2026 | 13:33
Tiga pemain Dewa United Banten FC berlatih jelang lawan Bhayangkara FC di pekan ke-24 BRI Super League 2025-2026. (Instagram @dewaunitedfc)

Dewa United Vs Bhayangkara FC, Sama-sama Lagi On Fire

1 Maret 2026 | 13:06

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda