BANTENRAYA.COM – Empat desa di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang menjadi sentra penghasil durian.
Dari sekian banyak varietas durian yang ada di Kecamatan Baros terdapat 5 varietas yang menjadi unggulan dan banyak dicari orang yaitu sipotret, siropikoh, sibolu, sitivi, dan siketan.
Camat Baros Sri Rahayu Basukiwati mengatakan, setalah dua tahun durian di Kecamatan Baros tidak berbuah pada tahun ini banyak yang mulai berbuah.
“Untuk di Baros ini desa yang menghasilkan durian seperti Desa Tamansari, Sukacai, Cisalam, Baros, dan Desa Sindangmandi,” ujar Yayu saat ditemui di Desa Tamansari, Senin 5 September 2022.
Adapun kualitas dan rasa durian lokal Baros tidak kalah dengan durian yang berasal dari Sumatera, bahkan ada beberapa varietas yang memiliki rasa legit dan enak seperti durian varietas siketan.
“Kebunnya selain punya masyarakat lokal ada juga yang punya orang luar Baros,” ungkapnya.
Baca Juga: RESMI! SPBU Vivo Naikkan Harga BBM Jenis Revvo 89, Warganet: Intervensi?
Yayu menargetkan ke depan Kecamatan Baros bisa menjadi wisata durian dengan potensi yang dimiliki.
“Kebetulan saya baru tahu tahun ini kalau durian baros enak-enak. Mudah-mudahan ke depan juga bisa diadakan festival durian Baros,” kata mantan Sekretaris Dinsos Kabupaten Serang itu.
Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Baros Babay mengungkapkan, terdapat lima varietas durian lokal Baros yang menjadi unggulan.
Baca Juga: 14 Kode Promo Gojek, GoFood, GoRide, GoCar, 6 September 2022, Beli Voucher Game Cashback 50 Persen
“Durian yang jadi unggulan dan andalan kita ada sipotret, siropikoh, sibolu, siketan, dan satu lagi yang banyak dicari sitivi, duriannya putih tapi rasanya kaya ada sodanya dan baunya harum,” ujarnya.
Ia menutrukan, untuk harga bervariasi tergantung ukuran dan rasa durian namun rata-rata di bawah Rp60 ribu per butir, namun ada juga yang di atas Rp100 ribu per butir.
“Di Tamansari ini kebunnya ada sekitar 250 hektar. Biasanya pembeli langsung datang ke sini, tapi kalau musimnya full dikirim ke Jakarta,” ungkapnya.***



















