BANTENRAYA.COM – Gunung Anak Krakatau atau GAK di laut Selat Sunda, Lampung Selatan dilaporkan mengalami letusan atau erupsi.
Sesuai hasil pengamatan erupsi Gunung anak Krakatau terjadi pada Selasa 2 Agustus 2022, dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
Dikutip Bantenraya.com, dari laman magma.esdm.go.id, teramati letusan Gunung Anak Krakatau dengan tinggi 1.500 meter dan mengeluarkan warna asap kelabu.
Secara visual CCTV gunung terlihat jelas dan teramati asap putih tipis-sedang setinggi lebih kurang 25 sampai 200 meter.
Kemudian teramati terjadi 1 kali letusan dengan warna asap kelabu tebal dan condong ke arah timur laut.
Selain terjadi satu kali letusan dengan amplitudo 33 milimeter dan durasi 32 detik, juga terjadi hembusan satu kali dengan amplitudo 6 milimeter, dan durasi 55 detik.
Kemudian, untuk kegempaan tremor harmonik terjadi satu kali dengan amplitudo 60 milimeter dan durasi 385 detik.
Sedangkan, untuk low frekuensi terjadi 14 kali dengan amplitudo 2 sampai 18 milimeter dan durasi 3 sampai 10 detik.
Selain itu terjadi kegempaan hybrid atau fase banyak satu kali dengan amplitudo 17 milimeter dan durasi 9 detik.
Baca Juga: 15 Ide Perlombaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus , Pas untuk Semua Kalangan
Lalu vulkanik dangkal sebanyak 4 kali dengan amplitudo 5 sampai 9 milimeter dan durasi 4 sampai 7 detik.
Selanjutnya, untuk kegempaan tremor menerus terekam dengan amplitudo 0.5 sampai 5 milimter dan donominan 1 milimeter.
Sedangkan, untuk keterangan lain tidak terdengar dentuman dan ombak laut tenang.
Baca Juga: Klaim Kode Redeem ML Mobile Legends 3 Agustus 2022 dan Dapatkan Skin Terbaru!
Sementara itu, GAK masih berstatus level III siaga dengan rekomendasi masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak mendekati GAK atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. ***


















