BANTENRAYA.COM – Peranan pendidikan kependudukan untuk mengatasi permasalahan kependudukan menjadi sangat penting dan strategis.
Sebab, isu dan permasalahan kependudukan bersifat universal dan memiliki spektrum yang sangat luas dalam tata kelola kehidupan umat manusia di muka bumi.
Hal tersebut disampaikan Sitti Ma’ani Nina, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau DP3AKKB Banten.
Menurutnya, pendidikan kependudukan telah menjadi isu dunia ditandai dengan adanya deklarasi kependudukan PBB tahun 1967.
Bahwa pemecahan masalah kependudukan harus dilakukan secara terencana, sistematis, dan komprehensif dalam jangka panjang dengan mengikutsertakan bidang dan sektor pembangunan terkait termasuk pendidikan.
“Tahun 1970 menjadi ‘tahun pendidikan internasional’ yang ditetapkan oleh PBB,” ujar Nina saat menghadiri Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan Provinsi Banten.
Baca Juga: Pasien Hepatitis Akut Misterius di Banten Dirawat di RS Mandaya Kota Tangerang
“Pada tahun yang sama telah diselenggarakan seminar dengan tajuk ‘pendidikan kependudukan’ (population education) se-Asia Pacifik di Bangkok, Thailand yang disponsori oleh Unesco,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam kerangka inilah BKKBN bersama dengan DP3AKKB Banten menggagas adanya Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Untuk tingkat pendidikan lanjutan pertama dan atas (SLTP dan SLTA), SSK mengintegrasikan muatan materi pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).
Baca Juga: GAMPANG! Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark di SnapTik, SSS dan Save TikTok
Saat ini KKBPK berubah nama menjadi bangga kencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran.
Hal ini, kata Nina, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan secara lebih luas dan guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai kurikulum.
Dalam program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), lanjut Nina, materi kependudukan diintegrasikan dengan mata pelajaran sesuai dengan pokok bahasan.
Baca Juga: Link Nonton Drakor Woori The Virgin Episode 6 Sub Indo Gratis dan Hanya Tinggal Klik di Sini
Dengan demikian bukan mata pelajaran baru, tidak menambah jam pelajaran, tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar namun justru mempertajam materi yang dibahas.
“Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) menjadi wadah bagi program-program yang digulirkan BKKBN seperti PIK remaja, genre (genre goes to school), dan lain-lain. Sehingga dapat berjalan berdampingan dan simultan,” ujarnya.
Selain itu, selama ini untuk program kemahasiswaan, BKKBN telah menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi sebagai perwujudan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, mengisi aktifitas program kuliah kerja nyata (KKN) tematik.
Baca Juga: Membaca Ulang Sejarah Kaum Sodom Pecinta Sesama Jenis, Para Pembangkang yang Diazab Allah
Hal tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi dengan BKKBN.
“Inti kebijakan pendidikan kependudukan, BKKBN membangun kerjasama kemitraan ke dalam jalur pendidikan terstruktur (formal), di luar jalur pendidikan formal seperti ke diklat pemerintah/ swasta/organisasi profesi (non formal) dan jalur pendidikan melalui keluarga, kelompok masyarakat dan media massa (informal),” imbuhnya. ***



















