BANTENRAYA.COM – Ribuan keturunan suku sunda dari Ciamis yang berada di RT 9 dan 10 RW 3 Lingkungan Pabean, Desa Terate, Kecamatan Bojonegara menggelar kirab tumpeng dan ziarah bersama.
Ziarah dilakukan di makam Sanghyang Panji Barani dan Ratu Pundut Agung yang merupakan anak-anak dari Raja Panjalu Ciamis Cakradewa.
Ziarah dan kirab tumpeng tersebut pertama kalinya dilakukan warga sebagai bentuk mengenang jasa Pangeran Kerajaan Panjalu Ciamis yang diyakini wafat di Banten dan dikuburkan di Desa Terate, Kecamatan Bojonegara.
Semasa hidupnya Pangeran Sanghyang Panji Barani dan Ratu Pundut Agung diyakini menjadi ulama yang menetap di Banten tepatnya di Desa Terate untuk menyebarkan agama Islam.
Baca Juga: Menikah Hari ini! Potret Pernikahan Maudy Ayunda Jadi Sorotan
Hal itu dilakukan keduanya setelah pulai dari Kerajaan Samudera Pasai menuntut ajaran Islam disana.
Panitia Pelaksana Jaya Sunarya menjelaskan, adanya acara tersebut tidak lain bentuk rasa syukur kepada leluhurnya.
Sebab, Sanghyang Panji Barani sendiri merupakan salah satu keluarga Kerajaan Panjalu yang wafat di Banten saat dirinya singgah setelah menuntut agama Islam di Kerajaan Samudera Pasai.
“Menurut keyakinan dan sejarahnya di sini dinamai Terate itu karena asal mulanya adalah Dukuh Teratai. Beluai secara sejarah menyebarkan Islam disini saat singgah,” katanya saat mengadakan ziarah bersama warga keturunan Ciamis atau Kerajaan Panjalu, Minggu 22 Mei 2022.
Jaya menyatakan, diharapkan kedepannya, ziarah tersebut akan terus dilakukan, serta sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk menjadikannya salah satu event wisata. Disamping juga tetap dengan substansi untuk mengenang jasa para pendahulu.
Baca Juga: Jelang Idul Adha Harga Sapi di Pandeglang Alami Kenaikan
“Alhamdulillah sudah terlaksana dan kedepan ini diharapkan bisa terus dilakukan,” jelasnya.
Kepala Desa Terate Irfan menyampaikan, mengapresiasi adanya acara tersebut. Hal itu bagus terlebih ada nilai edukasi dan wisata di dalamnya, sehingga kedepannya bisa dikembangkan menjadi event wisata atau desa wisata di Kabupaten Serang.
“Kami sudah melihat dan ini baik. Kami harap ini bisa dikembangkan dengan konsep desa wisata kedepannya,” ujarnya.
Salah satu tokoh budayawan Anwar Hasan menyampaikan, jika makam tersebut diyakini benar makan anak Raja Panjalu yakni Sanghyang Panji BArani dan asiknya Ratu Pundut Agung. Hal itu bisa dilihat dari sebelumnya pusara kuno batu karang dan ada juga coretan tulisan orang jaman dulu.
“Kami meyakini jika disini benar makam beliau. Itu juga diperkuat dengan orang Ciamis dan keturunan Raja Panjalu yang datang serta memperkuat jika disana (Ciamis) tidak ada makan Eyang Panji,” jelasnya.
Disisi lain, ada juga sejarah yang memperkuat jika keduanya bersama sejumlah pasukan setelah datang dari Kerajaan Samudera Pasai bermukim sementara di Dusun Teratai sekarang menjadi Desa Terate.
“Kami sudah konfirmasi itu kesana. Jadi disana (Ciamis) tidak ada makamnya dan meyakin ada di Banten. Itu karena mereka saat pulang dari Samudera Pasai bermukim disini dan menyebarkan Islam sekitar tahun 1.400,” ujarnya.
Dalam kisah lain, ujar Anwar, salah satu utusan Sunan Gunung Jati yakni Syekh Muhammad Siddiq diperintahkan untuk mencari dimana makam Pangeran Panji Barani dan Ratu Pundut Agung. Berkat karomahnya sebagai wali berhasil menemukan di Desa Terate.
“Ada 3 makam yang berhasil ditemukan yakni Sanghyang Panji Barani, lalu adiknya Ratu Pundut Agung dan satu lagi Prabu Rahyang Kuluk Kakunangteko teman keduanya. Lantas Syekh melaporkan ke Maulana Syarif Hidayatullah,” pungkasnya. ***



















