BANTENRAYA.COM – Sholat adalah tiang agama.
Bagi mereka yang beriman, sholat adalah hal wajib yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan sakit sekalipun.
Rajin menjalankan sholat tentu merupakan hal yang sangat baik dan mulia.
Namun hal tersebut tidak lantas menjamin seseorang menjadi hamba yang dekat dengan Allah SWT.
Lalu siapa sajakah orang yang rajin sholat namun justru jauh dari Allah SWT dan seperti apa cirinya.
Dalam suatu hadist, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seseorang hamba dihari kiamat kelak merupakan sholatnya. Bila sholatnya baik maka beruntunglah Ia, dan bila mana sholatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR.Tirmizi).
Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk rutin mendirikan sholat, namun untuk mendapatkan ridho dan surganya tidak hanya dengan rajin menjalankan sholat.
Hal itu hanyab dilakukan dengan penuh kesadaran, tidak sebatas sebagai rutinitas harian, serta harus dibarengi dengan menjaga akhlak, serta hubungan sesama dengan manusia agar tidak menjauhkan kita dari Allah SWT (sang pencipta alam semesta).
Berikut ini adalah orang yang rajin sholat namun justru jauh dari Allah SWT.
1. Orang yang lalai dalam sholat. Pada hari kiamat nanti, ada banyak orang yang membawa sholatnya kepada Allah SWT, kemudian mereka mempersembahkan sholatnya kepada Allah SWT.
Lalu sholatnya dilipat-lipat seperti lipatan pakaian yang kumal, kemudian dibantingkan ke wajah mereka.
Allah tidak menerima sholatnya, bahkan ada yang celaka dengan sholatnya.
Seperti yang terapat dalam firman Allah dalam surah Al Ma’un ayat 4 sampai 5. “Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat yaitu orang-orang yang melalaikan sholatnya.” (QS Al Ma’un 4-5).
Rasulullah SAW pernah bersabda “Akan datang pada manusia (Ummat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya sholat padahal mereka sebenarnya tidak sholat.” (HR.Ahmad).
Perintah sholat adalah untuk mengingat Allah SWT. Dikatakan dalam surah An Nisa ayat 43.
“Sehingga kamu mengetahuinya akan apa yang kamu ucapkan”.
Oleh karena itu dalam mengerjakan sholat tidak boleh lalai.
Yang dimaksud lalai adalah tidak mengetahui maksud apa yang dibaca dan apa yang dikerjakan.
Apalagi bila kurang memperhatikan syarat rukun dan ketentuan-ketentuan sholat lainnya, maka yang diperoleh hanyalah payah dan letih.
Rasulillah SAW bersabda, “Berapa banyak orang yang sholat, keuntungan yang diperoleh hanyalah payah dan letih.” (HR.Ibnu Majah).
Jadi, meskipun dirinya merasa sholat tapi hakekatnya tidak sholat dan Ia tidak akan mendapatkan hikmah Allah SWT, sholatnyapun tidak menambah dekat dengan Allah tapi justru sebaliknya.
Rasulullah menegaskan, “Barang siapa yang sholatnya tidak dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, maka tiada bertambah baginya kecuali semakin jauh dari Allah.” (HR.Ali Ibnu Ma’bad)
2. Orang yang suka menggunjing orang lain.
Allah SWT berfirman “Apakah yang memasukan anda ke dalam saqar (neraka), mereka menjawab, Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat dan kita tidak pula memberi makan orang miskin dan merupakan kita membicarakan yang bathil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya dan merupakan kita mendustakan hari pembalasan hingga datang kepada kita kematian. Maka tidak bertujuan lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang membagikan syafaat.” (QS Al Mudatsir ayat 42-48).
Dalam ayat tersebut salah satu penyebab orang masuk neraka merupakan karena suka membicarakan ketidak lebih baikan orang lain.
Orang yang mendirikan sholat namun suka membicarakan kejelakan orang lain maka Ia akan ditempatkan di dalam neraka saqar.
Allah melarang kita untuk membicarakan aib orang lain. Allah SWT berfirman “Hai Orang-orang yang beriman, jauhilah tidak serikit purba sangka (kecurigaan) karena sebagian dari purba sangka itu dosa, dan janganlah mencari-cari ketidak lebih baikan orang, dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara anda yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati, maka tentulah anda merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang,” (QS.Al Hujurat ayat 12).
3. Orang yang acuh pada sesama.
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya aku hanya akan menerima sholat orang-orang yang merendahkan dirinya karena kebesaranku, menahan dirinya dari hawa nafsu karena aku, yang mengisi sebagian waktu siangnya untuk berdzikir kepadaku yang melazimkan hatinya untuk takut kepadaku, yang tidak sombong kepada mahluk ku, yang memberikan makan pada orang yang lapar, yang memberikan pakaian pada orang yang telanjang, yang menyayangi orang yang terkena musibah, yang memberikan perlindungan kepada orang yang terasing. Kelak cahaya orang itu akan bersinar seperti cahaya matahari, aku akan berikan cahaya ketika dia kegelapan, aku akan berikan ilmu ketika dia tidak tahu, akan lindungi dia dengan kebesaran ku, aku akan suruh malaikat menjaganya, kalau dia berdoa kepadaku aku akan segera menjawabnya, kalau dia meminta kepadaku aku akan segera memenuhi permintaannya, perumpamaannya dihadapanku seperti perumpamaan surga firdaus”.
Dalam hadist yang lain Rasulullah SAW menyebutkan, bahwa salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT ialah bersifat dermawan dan senang membantu orang lain terutama kepada orang yang sedang kesulitan.
Rasulullah SAW bersabda “Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia dan dekat dengan surga. Sedangkan orang yang bakhil atau pelit jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat dengan neraka”.
Orang dermawan insya Allah akan menemukan kenikmatan di dalam sholatnya, karena Ia dijaga oleh para malaikat, diberi cahaya dalam kegelapan dan diberi ilmu secara langsung oleh Allah SWT masuk ke dalam hati sanubarinya.
4. Orang yang riya. Sebab pertama yang ternyata mampu menjerumuskan seorang ahli ibadah tetap mendapatkan azab bahkan menjadi penghuni neraka adalah karena mereka riya.
Hal tersebut terjadi apabila semua amal saleh yang dilakukan selama di dunia itu bukan untuk mencari ridho Allah, melainkan dilakukan karena ingin riya atau pamer dan mengharapkan pujian dari manusia.
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas, mereka bermaksud teriak dengan sholat di hadapan manusia dan tidaklah mereka menyebut Allah terkecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa ayat 142).
Oleh karena itu, sebaik-baiknya amalan adalah amalan yang dilakukan ikhlas dan murni lillahita’ala.
Hanya demi Allah dan cukuplah kita berharap pada ridho dan balasannya atas apa yang telah kita lakukan, karena Allah SWT adalah seadil-adilnya pemberi balasan.
Menjaga hati dan niat merupakan hal yang harus kita jaga dalam melakukan apapun agar semua amalan tersebut tidak berujung sebagai cambuk bagi kita yang membuat kita menjadi riya kepada sesama.
5. Orang yang suka berdusta. Berdusta merupakan salah satu dosa besar dan diancam siksa pedih di akhirat kelak.
Di zaman seperti ini kebohongan tampaknya sudah menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat.
Padahal sekecil apapun suatu kebohongan akan tetap dianggap sebagai dosa besar.
Meskipun ada seseorang yang rajin sholat dan beribadah, namun jika lisannya suka berbohong, maka sholat dan ibadahnya akan sia-sia semata, karena kebohongan itu akan menghapus amal-amalnya.
Jika Ia mati dalam tidak bertaubat kepada Allah, maka Ia akan dimasukan ke dalam neraka. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya yang mengada-ngada kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS. An nisa ayat 105).
Berbohong menunjukkan salah satu ciri dari golongan orang-orang yang munafik. Untuk itulah mengapa kita sebagian umat Islam wajib menjauhi yang namanya tindakan dusta, karena itu dapat menyengsarakan kita baik di dunia maupun di akhirat.
Sebagaimana dikutip dari Youtube NS BOR Channel. ***


















